MOTIVATOR DAN INSPIRATOR

Baca: 1 Korintus 9:1-27


Bacaan tahunan: Yosua 7-8

Seorang motivator biasanya menasihati orang lain melalui seminar, kuliah, atau secara pribadi-supaya pikiran, perasaan, dan tindakannya baik, positif, dan benar. Sayangnya, ada motivator yang hidupnya bertolak belakang dengan perkataannya. Ia hanya ingin membangun citra diri sebagai orang yang berpikir positif dan sukses. Ia hanya mencari sanjungan dan uang.

Agak beda dengan motivator, kita mengenal "inspirator". Inspirator menginspirasi orang lain melalui teladan hidupnya-lewat perasaan, pikiran, perkataan, perbuatannya. Bisa saja sekali waktu ia berbuat salah dan gagal. Namun saat ia jujur mengakui kesalahan dan kebodohannya, ia justru akan menginspirasi banyak orang tentang arti hidup yang otentik. Inspirator membangun integritas hidup bukan dengan kata-kata, tetapi lewat perbuatan nyata.

Paulus tak mau menjadi motivator saja. Jangan sampai ia memberitakan Injil agar orang lain percaya, tetapi ia sendiri malah ditolak Tuhan karena ia hanya memberitakan kebenaran, tetapi tidak mengimani atau menghidupi (ay. 27). Ia jujur dengan perkataan dan perbuatannya, serta tidak berusaha membangun citra diri positif demi menuai pujian orang lain (ay. 16 ). Itu sebabnya ia berani meminta agar jemaat meneladaninya (bandingkan Flp. 3:7; 2Tes. 3:7, 9; 1Tim. 1:16 ), sebagaimana Paulus mengikut teladan Kristus (1Kor. 10:11).

Ia menasihati Timotius, anak bimbingnya, agar menjadi teladan bukan hanya dalam perkataan, tetapi dalam tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian hidup. Bagaimana dengan Anda dan saya? --SST/Renungan Harian


TAK SEKADAR MEMOTIVASI ORANG LAIN DENGAN PERKATAAN MARI MENGINSPIRASI ORANG LAIN MELALUI HIDUP KITA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media