MENUTUPI KEBURUKAN PASANGAN

Baca: MATIUS 1:18-25


Bacaan tahunan: Imamat 22-23

Sudah enam tahun saya dan istri saya, Fanny, menikah. Selama menjalani biduk rumah tangga, saya dan Fanny sering melakukan kesalahan maupun keburukan. Kami sepakat tidak mau saling membongkar atau saling mempermalukan kesalahan dan keburukan kami kepada orang lain. Hal berbeda dilakukan beberapa pasangan dan membuat saya miris, mereka saling mempermalukan dengan saling menceritakan keburukan atau kesalahan pasangannya lewat medsos. Akibatnya, perceraian terjadi, dan banyak orang yang tidak perlu tahu akhirnya tahu.

Yusuf, sebagai tunangan Maria, tidak mau mempermalukan Maria di depan umum saat tahu Maria mengandung. Yusuf bermaksud menceraikan Maria diam-diam, tapi niat itu batal karena malaikat memberitahu Yusuf apa yang terjadi dengan Maria. Yusuf melakukan apa yang diperintahkan malaikat kepadanya dan tetap mengambil Maria sebagai istrinya. Kisah Yusuf dan Maria sebagai orang tua Yesus Kristus memang ditulis singkat, tapi dari kisah mereka kita belajar tentang kasih, salah satunya menutupi segala sesuatu.

Kasih menutupi segala sesuatu, salah satunya keburukan pasangan. Bukan berarti kompromi dengan kesalahan, keburukan, atau dosa yang dilakukan, tapi dalam kasih ada pemberesan, koreksi, perubahan, dan pengampunan tanpa harus mempermalukan. Suami atau istri kita tidak sempurna, mereka bisa setiap saat berbuat kesalahan, keburukan, atau dosa yang menyakitkan hati. Kita pun juga tidak sempurna. Kita tetap mengasihi pasangan, dengan menutupi keburukannya, dan membantunya memperbaiki diri dan berubah. --RTG/www.renunganharian.net


KASIH MENUTUPI SEGALA SESUATU, SALAH SATUNYA KEBURUKAN PASANGAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media