MENU KEBENARAN

Baca: Markus 2:13-17


Bacaan tahunan: Yehezkiel 29-32

Sewaktu masih aktif di komisi pemuda gereja, momen yang saya sukai adalah makan bersama teman-teman gereja. Mengapa? Karena momen itu tak hanya kami habiskan untuk sekadar makan-minum lalu kami kembali ke rumah kos masing-masing. Sering kali kami menggunakan waktu bersama itu untuk membahas firman Tuhan beserta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang, kami berdoa bersama atau saling mendoakan ketika ada yang berulang tahun.

Suasana makan memang terkesan lebih santai, sehingga banyak orang menikmatinya. Banyak hal bisa dilakukan sembari menikmati makanan, lebih dari sekadar acara makan minum biasa. Salah satunya adalah membicarakan dan mengajarkan tentang kebenaran firman Tuhan. Yesus memanfaatkan kesempatan ini ketika makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang dianggap berdosa. Hari itu, Yesus sedang bertindak seperti seorang tabib yang berada di kumpulan orang-orang sakit. Cemoohan dari para ahli agama pun dijadikan titik tolak oleh Yesus untuk mengajarkan prinsip kebenaran, yakni Yesus datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan memanggil orang berdosa.

Bagaimana dengan suasana di meja makan kita selama ini? Apakah kita pernah menjadikan momen tersebut untuk membicarakan dan mengajarkan kebenaran? Yesus sudah mencontohkan dan kita hanya perlu mengikuti teladan-Nya. Mulai hari ini, mari tambahkan "menu kebenaran" setiap kali kita menikmati hidangan. Jika memungkinkan, kita kenalkan Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan, supaya mereka boleh mengenal-Nya. --GHJ/www.renunganharian.net


KEBENARAN DAPAT DISAMPAIKAN DI MANA SAJA, TERMASUK DALAM SUASANA SANTAI.


Navigation

Change Language

Social Media