MEMBERIKAN YANG TERBAIK

Baca: Imamat 2:1-16


Bacaan tahunan: Yehezkiel 29-32

Seorang pengusaha bercerita bahwa dirinya tidak pernah menggunakan standar UMR untuk membayar para karyawannya. Ia selalu memberikan upah di atas UMR. Alasannya, ia mengharapkan karyawannya memberikan kontribusi maksimal, maka ia memberikan upah di atas rata-rata. Jarang ada karyawan yang mau memberikan kontribusi maksimal jika gajinya minimal.

Jika mengharapkan hasil yang maksimal, kita harus berusaha secara maksimal. Tuhan sudah memberikan yang terbaik, yaitu karya penebusan Yesus Kristus, untuk menebus kita dari dosa. Karena itu wajar jika Tuhan meminta kita memberikan yang maksimal, yang terbaik bagi Dia. Dalam hal mempersembahkan kurban sajian, bangsa Israel mendapatkan berbagai panduan. Tercatat sampai empat kali (ay. 1, 4, 5, 7) Tuhan menginginkan persembahan yang terbaik. Tuhan tidak mau kita memberi secara asal-asalan, tetapi harus mempersiapkannya sebaik mungkin. Tuhan mau kita taat kepada Dia dengan sepenuh hati, bukan asal taat atau kelihatan taat.

Sudahkah saya melakukan dan memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk Tuhan dan manusia? Saat bekerja, apakah saya sudah bekerja sebaik mungkin? Jika kita senang mendapatkan yang terbaik, mari kita melakukan yang terbaik untuk orang lain. Kalau selama ini kita berusaha mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, kita perlu mengubah pemikiran itu. Hasil terbaik hanya kita dapatkan kalau kita mengusahakan yang terbaik untuk Tuhan dan manusia. --RTG/www.renunganharian.net


JIKA KITA MENGHARAPKAN YANG MAKSIMAL, KITA HARUS BERUSAHA SECARA MAKSIMAL.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media