KETIKA HARUS MEMILIH

Baca: 1 Tawarikh 21:1-13


Bacaan tahunan: Bilangan 3-4

"Berikan aku tiga permintaan" merupakan salah satu bagian kalimat populer yang diucapkan oleh pemilik lampu ajaib dalam kisah Aladin. Permintaan yang dapat mengubah hidup seseorang, miskin menjadi kaya, lemah menjadi kuat dan berbagai permintaan menggiurkan lainnya. Namun apa jadinya jika yang diberikan bukanlah permintaan, melainkan pilihan akan malapetaka?

Melakukan penghitungan bangsa Israel tanpa diperintahkan dan tanpa seizin Tuhan, Daud harus menerima konsekuensi dari perbuatannya. Bukan tiga permintaan yang harus diajukannya, sebaliknya ia harus memilih satu dari tiga malapetaka yang nyaris sama berat. Tiga tahun kelaparan, tiga bulan masa pelarian, atau wabah penyakit sampar di negerinya (ay. 12). Menyadari kesalahannya, menghadapi pilihan yang berat dan membingungkan itu, Daud memilih untuk menyerahkan keputusannya kepada Sang Pemberi hukuman. Bagi Daud, menghadapi malapetaka itu bersama Tuhan menjadi pilihannya ketimbang jatuh ke tangan manusia (ay. 13).

Keputusan Daud yang tak mudah ini tentu tidak diperolehnya dari hasil pemikiran sesaat, namun merupakan buah pengalamannya berjalan bersama Allah dalam tahun-tahun kehidupannya. Setelah semua hal baik dan buruk yang dialaminya, Daud pun memiliki keberanian untuk tetap memilih dan mengandalkan Allah dalam situasi yang sulit. Ia tak khawatir akan malapetaka karena tahu bahwa Yang Mahakuasa tetap menggenggam tangannya bahkan saat ia jatuh. Perjalanannya bersama Allah tak hanya membuatnya mampu menentukan pilihan yang tepat, namun juga membawanya kepada Pribadi yang tepat. --YES/www.renunganharian.net


PILIHLAH HAL YANG MEMBUAT ANDA TETAP BERADA DI DEKAT-NYA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media