JANGAN BIARKAN DEHIDRASI

Baca: Mazmur 63


Bacaan tahunan: Ayub 9-12

Manusia bisa mengalami dehidrasi jika kebutuhan cairan di dalam tubuh tidak terpenuhi. Tahukah Anda bahwa ternyata dehidrasi dapat mengakibatkan begitu banyak dampak buruk? Manusia bisa mengalami kelelahan, berbagai macam penyakit bisa menyerang, hingga penuaan dini. Salah satu kunci untuk mencegah tubuh agar tidak mengalami dehidrasi adalah dengan segera minum saat kita mulai merasa haus. Jadi, jangan mengabaikan rasa haus.

Sama seperti tubuh dapat mengalami dehidrasi, jiwa pun juga demikian. Jika dehidrasi dalam tubuh dapat diatasi dengan minum saat merasa haus, bagaimana dengan dehidrasi dalam jiwa seseorang? Daud pernah mengalami rasa kehausan yang sangat. Bukan kehausan secara fisik karena ia saat itu berada di padang gurun (ay. 1), namun ia haus akan Tuhan. Ia menggambarkan dirinya seperti seseorang yang tidak berdaya dan begitu ingin dekat dengan Tuhan (ay. 2). Daud tidak mengacuhkan dehidrasi jiwanya. Ia segera mengatasi kehausannya dengan kembali dekat dengan Tuhan. Ia membiarkan jiwanya melekat kepada Tuhan (ay. 9). Daud tahu dengan pasti bahwa hanya Tuhan yang dapat mengobati dehidrasi jiwanya.

Sama seperti kehausan merupakan tanda awal kita mengalami dehidrasi, begitu pula dalam hal rohani. Jika kita merasa haus rindu intim dengan Tuhan, janganlah abaikan itu! Segeralah atasi rasa haus tersebut dengan datang kepada Tuhan. Lekatkanlah jiwa kita kepada Tuhan. Jangan biarkan rasa haus itu berlangsung lama sehingga menjadi dehidrasi yang bisa berdampak buruk terhadap kerohanian kita. --SPP/www.renunganharian.net


JANGAN SAMPAI DEHIDRASI, DEKATLAH KEPADA TUHAN.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media