HIDUP YANG BERGUNA

Baca: 1 Korintus 13:1-7


Bacaan tahunan: Yehezkiel 43-45

Banyak orang tergerak untuk melakukan kebaikan, menunjukkan kepedulian bagi mereka yang lemah dan tak berdaya. Sayangnya, khususnya di tengah situasi bencana, kepedulian tak jarang menjadi komoditas persaingan untuk menonjolkan keunggulan masing-masing. Padahal, tanpa didasari oleh ketulusan, kepedulian kita menjadi sia-sia. Terlebih lagi jika motivasi kita sekadar mencari eksistensi diri, pujian, bahkan keuntungan. Saat pamrih yang diharapkan tak juga diraih, kita berhenti berbuat baik karena kecewa dan merasa rugi.

Rasul Paulus menekankan kepada jemaat Korintus bahwa memiliki karunia roh tanpa mempunyai kasih itu tidak berguna. Karunia rohani dapat memenuhi kehendak Allah hanya jika dikendalikan oleh prinsip kasih. Umat Tuhan harus bersungguh-sungguh dalam kasih dan berusaha memperoleh karunia roh karena memiliki kerinduan yang tulus untuk menolong, menghibur, dan memberkati orang lain.

Saat kasih menjadi jati diri, seseorang akan memiliki kepedulian terhadap sesama sekalipun kepeduliannya tidak menghasilkan keuntungan, bahkan sebaliknya menuntutnya untuk banyak berkorban. Kerugian tidak pernah membuat pengikut Kristus jera melakukan kasih. Kita perlu menjadikan kasih sebagai lem perekat atau garam yang menghilangkan rasa tawar. Kiranya di antara kita ada jalinan persekutuan yang indah. Sekalipun karunia kita berbeda-beda, kasih Kristus mempersatukan, merekatkan, dan memberi rasa untuk bersinergi dalam berkarya bagi kemuliaan-Nya. --EBL/www.renunganharian.net


GEREJA MEMANCARKAN DAYA SURGAWI KETIKA KASIH MENJADI JIWA DAN JATI DIRI KEHIDUPANNYA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media