DOAKAN ATAU DUAKAN?

Baca: Kejadian 16:1-6


Bacaan tahunan: 1 Timotius 1-6

Kemandulan Sarai mendorongnya membujuk Abram mengambil Hagar sebagai istri. Tanpa berpikir panjang Abram menuruti keinginan istrinya. Mungkin ia ingin segera mendapatkan keturunan seperti yang Allah janjikan. Alih-alih memecahkan, keputusan itu memunculkan persoalan baru yang lebih rumit.

Ada banyak godaan dalam hidup ini yang tampak masuk akal dan pantas dilakukan karena disertai dalih yang amat baik. Datangnya bisa dari mana saja, termasuk dari orang terdekat. Bujukan mereka dapat sangat berbahaya karena kita percaya dan tidak curiga pada mereka.

Hawa nafsu daging sering menuntut Tuhan segera menunjukkan rahmat-Nya secara nyata. Tak sabar, orang kemudian menerka-nerka, mencari jalan lain dan merasa menolong Tuhan menggenapi janji-Nya dengan melakukan tindakan yang mengabaikan norma ilahi. Alih-alih membawa pergumulan dalam doa, orang rela menduakan Tuhan demi mendapatkan solusi yang cepat. Akibatnya, ia malah menjauhkan diri dari jalan Tuhan.

Syukurlah, Tuhan senantiasa peduli sekalipun umat-Nya sering ingkar. Tuhan tetap menyediakan pertolongan bagi umat-Nya sekalipun mereka menderita akibat kecerobohan sendiri. Kiranya kita waspada dan tidak mengulangi kesalahan Abram dan Sarai. Kita perlu belajar bahwa mencoba menyelesaikan masalah tanpa melibatkan Allah malah akan menimbulkan masalah lain yang lebih pelik. Kiranya kita membawa setiap pergumulan dalam doa dan menantikan jawaban-Nya dengan sabar. Jangan biarkan iman kepada Tuhan terkalahkan oleh logika manusia. --EBL/www.renunganharian.net


SEKALIPUN KITA MENDERITA AKIBAT KECEROBOHAN SENDIRI, TUHAN SENANTIASA MENYEDIAKAN JALAN KELUAR DAN PEMULIHAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media