BERBAGI RUANG HIDUP

Baca: Roma 15:1-13


Bacaan tahunan: 1 Korintus 5-9

Di awal pertumbuhan gereja, jemaat keturunan Yahudi menolak menerima warga non-Yahudi. Karena alasan-alasan primordial, mereka menilai warga non-Yahudi tidak layak untuk ada bersama dengan mereka. Melihat masalah serius itu, Rasul Paulus menasihati, "Terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita." Pesan apa yang ada di sana?

"Ada" selalu berarti "ada bersama". "Saya ada" selalu berarti "saya ada bersama sesama". Bersama semua sesama, kita hidup di bumi yang sama, di kolong langit yang sama, di bawah mentari yang sama. Kita hidup di ruang hidup yang sama dengan sesama, dan tiap sesama punya hak yang sama untuk ada dan hidup di sana. Jelas, kerelaan untuk berbagi ruang hidup dengan semua sesama adalah keharusan yang tak boleh ditawar.

Bagi sebagian orang, itu sama sekali bukan soal. Namun oleh sebagian yang lain, berbagi ruang hidup dengan sesama dinilai sebagai kesalahan besar, bahkan ancaman. Ada orang yang seperti jemaat Roma kala itu-mengeklaim ruang hidup bersama sebagai ruang hidupnya sendiri bersama mereka yang sama, dan menampik kehadiran siapa pun yang berbeda.

Maka, pesan Rasul Paulus di atas sungguh penting dan mendesak: Kita harus rela berbagi ruang hidup dengan semua sesama, agar semua bisa ada dan sejahtera di ruang hidup yang sama dengan kita; agar pendapat, identitas (agama, gender, etnis, dll.), dan kepentingan mereka mendapatkan ruang memadai dalam ruang hidup bersama. Demikianlah hidup seharusnya. Demikianlah cinta. --EE/www.renunganharian.net


KERELAAN UNTUK BERBAGI RUANG HIDUP DENGAN SEMUA SESAMA ADALAH KEHARUSAN YANG TAK BOLEH DITAWAR.-O.S. RAILLE


Navigation

Change Language

Social Media