Renungan Harian
TANGAN-NYA MENARIKKU
30 June 2026
Banjir besar melanda sebuah kota kecil. Air yang naik begitu cepat memaksa ratusan orang terjebak di atap rumah. Para penyelamat datang dengan perahu karet, menembus arus deras dan risiko besar demi menolong para korban. Kisah heroik para penyelamat itu mendorong mereka yang berhasil diselamatkan berkata, "Kalau bukan karena para penyelamat itu, aku sudah mati terhanyut."
Daud juga mengalami "dahsyatnya air" dalam hidupnya. "Banjir kehidupan" itu berupa ancaman musuh, pengkhianatan, dan berbagai penderitaan. Namun, di tengah berbagai ancaman itu ia bersaksi bahwa Tuhan sendiri turun tangan menolongnya. Daud bukan sekadar mengenal Allahnya yang hanya melihat dari jauh, tetapi sungguh mengulurkan tangan-Nya. Daud berkata, "Ia menjangkau diriku dari tempat tinggi, dan Ia memegangku, Ia menarik aku dari air yang dahsyat." Pertolongan Allah datang bukan karena ia kuat, melainkan karena kasih setia Allah yang besar.
Kedahsyatan apakah yang mencoba menenggelamkan kita saat ini? Persoalan keuangankah? Bisnis atau pekerjaan yang terpuruk? Hubungan yang memburuk? Dahsyatnya ancaman itu mungkin membuat kita merasa tidak sanggup berenang lagi, semua daya sudah habis. Namun, hari ini kita diingatkan bahwa justru di saat itulah Tuhan mengulurkan tangan-Nya. Ia tidak pernah berhenti memperhatikan kita. Ia dapat memakai "perahu" orang-orang di sekitar kita, juga melalui firman-Nya, bahkan lewat situasi yang kita anggap buruk, untuk menarik kita keluar dari kedahsyatan masalah yang mengancam kita. --SYS/www.renunganharian.net
Daud juga mengalami "dahsyatnya air" dalam hidupnya. "Banjir kehidupan" itu berupa ancaman musuh, pengkhianatan, dan berbagai penderitaan. Namun, di tengah berbagai ancaman itu ia bersaksi bahwa Tuhan sendiri turun tangan menolongnya. Daud bukan sekadar mengenal Allahnya yang hanya melihat dari jauh, tetapi sungguh mengulurkan tangan-Nya. Daud berkata, "Ia menjangkau diriku dari tempat tinggi, dan Ia memegangku, Ia menarik aku dari air yang dahsyat." Pertolongan Allah datang bukan karena ia kuat, melainkan karena kasih setia Allah yang besar.
Kedahsyatan apakah yang mencoba menenggelamkan kita saat ini? Persoalan keuangankah? Bisnis atau pekerjaan yang terpuruk? Hubungan yang memburuk? Dahsyatnya ancaman itu mungkin membuat kita merasa tidak sanggup berenang lagi, semua daya sudah habis. Namun, hari ini kita diingatkan bahwa justru di saat itulah Tuhan mengulurkan tangan-Nya. Ia tidak pernah berhenti memperhatikan kita. Ia dapat memakai "perahu" orang-orang di sekitar kita, juga melalui firman-Nya, bahkan lewat situasi yang kita anggap buruk, untuk menarik kita keluar dari kedahsyatan masalah yang mengancam kita. --SYS/www.renunganharian.net
KETIKA BANJIR KEHIDUPAN MENGANCAM MENENGGELAMKAN, DI SANALAH TANGAN TUHAN TERULUR UNTUK MENARIK KITA KELUAR.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.