Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: FILIPI 4:10-20
Bacaan tahunan: Mazmur 21-25
Seorang teman memiliki kebiasaan membantu orang yang dipandang memerlukan. Ada pula yang diberinya santunan secara rutin. Malangnya, seorang yang sering menerima bantuannya itu justru menjadi malas bekerja. Ia bergantung pada pemberian teman saya. Bahkan berani meminta dengan menyebut nominalnya. Teman saya menolak sebab sedang membutuhkan banyak biaya untuk menjalani perawatan kanker. Di luar dugaan, orang itu marah besar.
Paulus sering mengalami kekurangan. Hal itu terjadi karena risiko pekerjaan pelayanan Injil. Ia pernah dipenjara, ditolak, dan diasingkan. Namun demikian, Paulus tidak pernah menjadikan kemiskinannya sebagai alasan bermalas-malasan, pun menuntut bantuan dari umat yang dilayaninya. Sebaliknya, dalam keadaan sulit Paulus tetap bekerja dengan membuat tenda (lih. Kis. 18:3).
Kunci ketegaran Paulus-yang nyata melalui semangatnya tetap berkarya dalam kemiskinan-adalah sikap hati yang dewasa secara rohani. Paulus bersaksi bahwa segala hal dapat ditanggungnya selama ia senatiasa bersandar kepada Tuhan. Karena itu, Paulus tidak menuntut belas kasihan manusia. Paulus tetap bersyukur, tetap berjuang dan tetap bekerja, serta belajar mencukupkan diri.
Kita pun mesti kuat dan bertanggung jawab di tengah kemiskinan, bukan malah bermalas-malasan atau mengandalkan bantuan. Jadikan kemiskinan sebagai kesempatan belajar bergantung kepada Tuhan dengan sikap yang aktif! Dengan demikian Tuhan akan memberi kekuatan untuk bertahan, bekerja, bahkan untuk tetap melayani Tuhan. --EBL/www.renunganharian.net
HIDUP MISKIN BUKAN SEBUAH DOSA. NAMUN, KEMALASAN ADALAH PENYAKIT YANG BERPOTENSI MEMBUNUH KARAKTER KITA.
Please sign-in/login using: