Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YESAYA 42:1-9
Bacaan tahunan: Ayub 35-37
Di zaman yang penuh tantangan ini, mudah sekali kita menemukan orang-orang yang tak bersemangat atau hampir putus asa. Mereka bagaikan buluh yang patah dan sumbu yang hampir padam. Setiap hari, kita bisa berjumpa dengan mereka. Entah itu di kampus, tempat kerja, masyarakat, bahkan di rumah. Alih-alih menolong, sering kali kita justru menambah beban mereka. Misalnya, kita melontarkan kata-kata bernada cemooh, menghakimi, merendahkan, atau berlagak tak peduli.
Tidak demikian halnya sosok hamba Tuhan, sebagaimana dilukiskan oleh Nabi Yesaya. Ia datang bukan untuk mematahkan buluh yang patah, bukan pula memadamkan sumbu yang pudar. Sebaliknya, Ia hadir membawa pengharapan, memulihkan, dan menegakkan hukum dengan setia. Gambaran ini menunjuk kepada Kristus, yang penuh kelembutan dan kasih.
Ia menguatkan yang lemah, menghibur yang berduka, dan mengangkat yang jatuh. Ini menegaskan bahwa Tuhan memperlakukan kita penuh belas kasih, tanpa kekerasan. Ketika kita lelah, putus asa, atau hampir menyerah, Ia mendekat untuk menolong. Ia menguatkan kita kembali. Kehadiran-Nya tidak menambah luka, melainkan mengobati, menyembuhkan, dan memulihkan.
Mari kita meneladan hamba Tuhan itu. Alih-alih memperburuk keadaan lewat sikap menghakimi, hendaknya kita peduli dan melayani sesama: menyemangati mereka yang lesu, menghibur mereka yang bersedih, memberi kelegaan bagi mereka yang letih lesu, dan menyembuhkan mereka yang sakit. Bukan menambah luka batin mereka. Demikianlah, kita me-raga-kan hamba Tuhan. Dunia membutuhkan orang-orang yang lebih suka memilih mengasihi, daripada menghakimi sesama. --SAP/www.renunganharian.net
KITA SEMUA ADALAH HAMBA. HANYA SAJA PERTANYAANNYA ADALAH SIAPA YANG AKAN KITA LAYANI?
Please sign-in/login using: