NO MATTER WHAT

Baca: AYUB 1


Bacaan tahunan: Ayub 17-20

Seorang pria kerap menyanyi, "Tuhan Yesus baik, sungguh amat baik. Untuk selama-lamanya, Tuhan Yesus baik." Sahabatnya di sebelahnya menyindir, "Aku penasaran apa kau masih akan menyanyi lagu itu jika pada hari ini usahamu bangkrut, lalu istrimu menceraikanmu." "No matter what, " jawabnya, "bagaimana pun keadaan hidupku, Tuhan Yesus baik."

Seorang pria dari tanah Us pernah memberikan pernyataan yang sama. Pria itu bernama Ayub. Katanya, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (ay. 21). Ia berkata demikian sesudah kemalangan besar menimpanya. Pada hari itu dilaporkan kepadanya bahwa kawanan lembu dan keledai betina habis dirampas orang-orang Syeba, disusul kawanan kambing domba habis disambar api dari langit, disusul kawanan unta habis dirampas orang-orang Kasdim (ay. 14-17). Masih ada tambahan laporan, yakni kesepuluh anaknya tewas bersama-sama dalam rumah si sulung yang roboh dihantam angin ribut (ay. 18-19). No matter what. Apa pun yang telah terjadi, Ayub memutuskan untuk terus setia kepada Tuhan.

Adalah pemandangan biasa ketika orang-orang pergi beribadah kepada Tuhan berkata, "Aku mengasihi-Mu, Tuhan, " atau menyanyi lagu, "Tuhan Yesus baik." Bahkan Iblis tidak terganggu akan kenyataan itu. No matter what, inilah yang menggelisahkan hati Iblis sekaligus mengesankan hati Tuhan. Tuhan mendamba melihat orang-orang yang terus setia beribadah kepada-Nya sekalipun diempas oleh rupa-rupa persoalan, terus mengasihi-Nya tidak peduli apa pun yang telah terjadi, dan menyatakan Dia baik dalam setiap keadaan hidupnya. Dahulu Tuhan menemukan Ayub (ay. 8). Semoga sekarang Tuhan menemukan lagi sosok seperti itu dalam diri kita. --LIN/www.renunganharian.net


TETAPLAH KITA TEGUH MEMEGANG IMAN KEPADA TUHAN TANPA TERPENGARUH KEADAAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media