Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 1 TIMOTIUS 6:6-10
Bacaan tahunan: Ayub 11-13
Biasanya, orang merasa berkekurangan karena tidak memiliki hal-hal yang dibutuhkan. Namun, ada juga orang yang merasa berkekurangan bukan karena tidak memiliki yang dibutuhkan, melainkan karena tak puas dengan yang dipunyai, dan selalu mengingini lebih dari yang sudah dimiliki. Orang ini tak pernah merasa cukup.
Rasul Paulus berkata, "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah" (ay. 8). Itu bukan pernyataan bahwa hanya pangan dan sandang sajalah hal yang penting dalam hidup ini. Itu adalah nasihat bahwa merasa cukup dengan apa yang ada adalah sikap rohani yang sangat penting. Sikap rohani tersebut membuat orang selalu merasa berkecukupan, merasa senantiasa teberkati meski tak banyak yang dia punyai. Sikap rohani itu menjauhkan orang dari keserakahan dan hasrat untuk memiliki semua hal, tetapi membuat orang selalu bersyukur karena apa pun yang Tuhan berikan, sehingga-oleh karenanya-hatinya selalu diliputi kebahagiaan. Memang begitulah ihwalnya: Merasa cukup adalah pangkal kebahagiaan.
Di satu sisi, merasa cukup adalah luapan hati yang spontan, jujur, asli, tidak dibuat-buat. Berpura-pura merasa cukup adalah menipu diri sendiri. Itu tidak membawa kepada kebahagiaan. Namun, di sisi lain, merasa cukup adalah sikap rohani yang-dengan pertolongan Tuhan-bisa ditumbuhkan, bisa dikembangkan, bisa disuburkan.
Sungguh, kita perlu mendidik nurani kita untuk senantiasa merasa cukup dengan apa yang Tuhan berikan agar dari hati kita selalu meluap rasa syukur, dan kita berbahagia karenanya. --EE/www.renunganharian.net
MERASA CUKUP MEMBUAT ORANG MERASA SENANTIASA TEBERKATI MESKI TAK BANYAK YANG DIA PUNYAI.-O.S. RAILLE
Please sign-in/login using: