DILIHAT ORANG

Baca: MATIUS 5:13-16


Bacaan tahunan: Ezra 1-3

Kebaikan itu bersifat menular. Ia dapat menciptakan efek domino positif yang memicu lebih banyak orang melakukan tindakan yang baik. Saat seseorang berbuat baik dengan tulus, ia sendiri akan mengalami kebahagiaan, begitu juga dengan orang yang menerima tindakan tersebut. Besar kemungkinan bahwa ia pun akan mengerjakan kebaikan kepada orang lain. Akhirnya, akan terjadi suatu rantai kebaikan yang semakin panjang dan berdampak luas.

Karenanya, diperlukan orang-orang yang menjadi teladan dalam berbuat baik. Kebaikan mereka dapat menjadi pemicu atau inspirasi bagi orang lain untuk turut mengerjakan hal-hal yang baik. Itulah yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada para pengikut-Nya. Dia menegaskan bahwa salah satu tanggung jawab kita ialah menjadi terang dunia. Seperti pelita yang dinyalakan untuk menerangi sekitarnya, demikian juga kehadiran setiap pengikut Kristus. Fungsinya terlihat. Kehadirannya berdampak. Keberadaannya menolong orang lain menjalani hidup yang lebih baik. Kesaksian hidupnya bahkan terpancar hingga ke tempat yang jauh, seperti kota di atas gunung yang terlihat cemerlang di malam gelap.

Tentu saja bahwa Yesus tidak mendorong kita untuk suka pamer kebaikan di depan orang lain. Kita berbuat baik bukan untuk membuat orang lain terkesan, lalu memuji diri kita. Namun, kita berbuat baik karena memang itulah jati diri serta panggilan kita sebagai umat Allah. Kita tidak malu mengakui serta menunjukkan kesaksian hidup yang baik sebagai anak-anak Allah. Hasilnya, tindakan kebaikan itu akan menuntun orang-orang memuliakan Tuhan, yang merupakan sumber kebaikan itu sendiri. --HT/www.renunganharian.net


KITA BERBUAT BAIK BUKAN UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN TERKESAN, SEBAB MEMANG DEMIKIANLAH SEHARUSNYA HIDUP YANG DIJALANI UMAT TUHAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media