KESEMPATAN KEDUA

Baca: DANIEL 3


Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 25-27

Kesempatan kedua kerap terlihat seperti anugerah. Telah terlewat yang pertama, tetapi masih dimunculkan yang kedua. Terpikir, yang kedua harus segera diambil. Rugi besar jika kembali dilewatkan. Rasa sesal nanti bertambah mendalam. Ketahuilah iblis juga suka memberi kita kesempatan kedua! Sesudah kita menolak godaan dari suatu dosa, kembali ia menggoda kita dengan dosa tersebut. Maka artinya, tidak harus kita berkata "ya" pada kesempatan kedua. Jika terkait dosa, tetaplah katakan "tidak" seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Ketiga pemuda buangan dari Yehuda itu menolak menyembah patung emas buatan Raja Nebukadnezar. Saat beragam bunyi-bunyian diperdengarkan, mereka tidak mau sujud kepada patung tersebut. Hati raja teramat geram saat mendengar laporan dari orang-orang Kasdim perihal mereka. Namun, raja masih "berbelas kasihan" dengan memberi mereka kesempatan kedua (ay. 15). Raja tidak ingin mereka menerima hukuman yang telah ditetapkan, yakni dilemparkan ke dalam perapian menyala-nyala. Akan sekali lagi beragam bunyi-bunyian diperdengarkan. Sekali lagi mereka diminta untuk sujud kepada patung tersebut. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap pada pendirian semula (ay. 16-18). Alasannya, mereka mengerti bahwa memuja patung ialah tindakan yang menyakiti hati Allah, atau dapat disebut "dosa".

Jangan sampai kita tertipu! Jika terkait dosa, kesempatan kedua bukan merupakan anugerah, melainkan susulan tawaran dari sebuah malapetaka. Iblis yang tidak berhenti berkiprah kembali menyuguhkan dosa kepada kita. Jangan kita mengambil kesempatan kedua itu! Tetaplah kita menolak, tetaplah kita katakan, "Tidak!" Keputusan ini tidak membuat kita rugi besar, justru sangat beruntung. Bukan menyesal, justru meluapkan sukacita dari hati kita. --LIN/www.renunganharian.net


KESEMPATAN KEDUA YANG MUTLAK TAKKAN PERNAH KITA AMBIL IALAH KESEMPATAN UNTUK BERBUAT DOSA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media