Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: KISAH PARA RASUL 6:1-7
Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 21-24
Seorang wanita yang berprofesi sebagai perias jenazah mengungkapkan suara hatinya, khususnya ketika pernah menangani jenazah dari keluarga miskin yang ditolak oleh gereja. Mendengar penuturannya, seperti ada kesedihan yang terpancar dari suaranya, sekaligus menyesalkan kurangnya kepekaan gereja kepada kaum papa. Suatu ungkapan kegelisahan yang tampaknya perlu disuarakan dengan kuat ke setiap gereja, terlebih kalau kita mengingat bahwa kaum papa mendapat perhatian dari para rasul pada masa gereja mula-mula.
Para rasul pada zaman gereja mula-mula pernah diprotes karena pelayanan terhadap orang-orang miskin terabaikan. Untunglah kondisi ini tak berlangsung lama karena para rasul merespons dengan menunjuk tujuh orang untuk menjalankan peran diakonia, supaya kebutuhan orang-orang miskin dapat terpenuhi. Ungkapan "tidak baik kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja" juga menunjukkan bahwa keseimbangan tetap diperlukan antara pentingnya umat Allah menerima pengajaran yang sehat dan pelayanan diakonia bagi jemaat yang memang harus mendapat perhatian bersama. Tujuannya jelas, supaya setiap orang dapat terlayani dengan baik, tak hanya dalam perkara rohani.
Sampai hari ini, panggilan Tuhan tetap sama supaya gereja menaruh kepedulian kepada mereka yang terbatas secara ekonomi. Inilah bentuk "kabar baik bagi orang miskin" seperti yang pernah Yesus sampaikan (Mat. 11:5). Suatu cara hidup Ilahi yang telah dimulai pada masa gereja mula-mula, yang perlu terus dipelihara oleh gereja pada akhir zaman ini. --GHJ/www.renunganharian.net
MEREKA YANG DIABAIKAN OLEH MANUSIA NISCAYA TETAP DIPERHATIKAN OLEH ALLAH.
Please sign-in/login using: