TABIR YANG TERKOYAK

Baca: LUKAS 23:44-49


Bacaan tahunan: 1 Samuel 25-27

Peristiwa yang menyertai saat-saat jelang kematian Yesus di atas kayu salib sungguh dahsyat. Gelap gulita menyelimuti wilayah itu. Tabir Bait Suci terkoyak menjadi dua atas ke bawah. Pemimpin serdadu yang melaksanakan perintah penyaliban pun memuliakan Allah serta menyaksikan bahwa Yesus sungguh-sungguh adalah orang benar. Orang banyak yang menonton peristiwa itu pun pulang sambil memukul-mukul dada mereka pertanda penyesalan mendalam.

Peristiwa dahsyat yang menyertai kematian Yesus itu sesungguhnya merupakan tanda ajaib. Membuktikan bahwa sesungguhnya Yesus adalah Anak Allah. Secara khusus, terkoyaknya tabir Bait Suci adalah tanda bahwa sejak saat itu manusia berdosa dapat terhubung dengan Allah Maha Kudus secara langsung. Tanpa melalui perantara apa atau siapa pun. Ini adalah hasil dari pengurbanan Yesus yang luar biasa. Terjadi satu kali saja, menggantikan kurban bakaran untuk penebusan dosa manusia untuk selamanya. Pengurbanan itu sangatlah mahal. Layak kita hormati dan hargai.

Ketika membaca kitab Imamat, tampak bahwa ritual penebusan dosa itu luar biasa rumitnya. Hanya imam yang boleh memasuki tempat Maha Kudus yang dibatasi tabir setahun sekali. Betapa repotnya umat Israel. Ada yang menempuh perjalanan panjang dan tidak mudah hanya untuk datang mempersembahkan kurban. Berbeda jauh dibanding orang percaya saat ini. Kita dapat mengaku dosa kapan pun dan Tuhan mengampuninya secara tuntas. Kita pun diberi hak menjadi anak-anak Allah. Bahkan menjadi imam yang rajani. --HEM/www.renunganharian.net


ORANG PERCAYA DAPAT LANGSUNG BERELASI DENGAN ALLAH BAPA YANG MAHA KUDUS. SELAYAKNYA KITA SENANTIASA MEMULIAKAN NAMA-NYA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media