MASIH MEMEGANG KENDALI

Baca: MATIUS 26:47-56


Bacaan tahunan: Rut 1-4

Di Taman Getsemani, Yesus ditangkap. Yudas, si murid pengkhianat, menunjukkan tempat di mana Dia berada kepada serombongan besar orang, yang adalah utusan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi (ay. 47). Dikhianati, ditangkap, dan digiring untuk disalibkan, seolah menunjukkan sisi ketidakberdayaan Yesus. Seketika dunia menggembar-gemborkan berita bahwa Tuhan dapat menjadi lemah.

Namun, ada sebuah kejadian di saat itu. Petrus menghunus pedang dan memotong telinga Malkhus, hamba imam besar (lih. Yoh. 18:10). Yesus tidak membenarkan tindakannya itu. Dia menegur Petrus, kata-Nya, "Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?" (ay. 53). Teguran tersebut sekaligus meluluhlantakkan gembar-gembor dari dunia. Rupanya, bukan Yesus tidak sanggup berbuat apa-apa, melainkan Dia berkehendak menerima seluruh perbuatan orang-orang itu kepada-Nya. Bukan Yesus tidak mampu melawan, melainkan Dia memilih untuk tidak melawan demi terbukanya jalan keselamatan bagi segenap umat manusia (ay. 54). Saat tampaknya Tuhan lemah, Dia masih tetap kuat. Saat tampaknya Tuhan tidak berdaya, Dia masih memegang kendali atas segala sesuatu di kehidupan ini.

Kebenaran ini adalah kabar baik bagi kita. Itu artinya seburuk apa pun situasi kita hadapi saat ini, kita tidak perlu merasa tawar hati karena mengerti Tuhan masih memegang kendali. Pada-Nya ada daya untuk menyelamatkan kita. Kekuatan-Nya tidak berkurang untuk memberikan pertolongan. Tidak sia-sia kita bertekun dalam doa. Harapan kepada Tuhan tidak akan mengecewakan. Pasti ada terobosan, pemulihan, dan jalan keluar bagi setiap pergumulan. --LIN/www.renunganharian.net


DALAM KEADAAN YANG TERLIHAT LEMAH, TUHAN KITA TETAP PERKASA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media