Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: GALATIA 1:1-5
Bacaan tahunan: Yosua 5-8
Di zaman Perjanjian Baru, Galatia dipengaruhi oleh beragam budaya dan ajaran. Jemaat di situ hidup dalam tarik-menarik antara Injil Kristus dan ajaran lain. Berbagai ajaran itu berusaha memikat mereka agar kembali pada hukum dan tradisi lama yang kaku. Situasi ini menimbulkan kebingungan jemaat.
Serupa itu pula zaman kita. Dipengaruhi oleh beragam pandangan, kini banyak orang merasa bingung tentang makna kebebasan sejati. Banyak yang memahaminya sebagai kesempatan untuk berbuat sesuka hati. Kebebasan dianggap identik dengan mengumbar keinginan. Padahal, itu justru mendatangkan belenggu baru berupa ketergantungan yang merusak diri.
Karena itu, Paulus menegaskan kepada jemaat Galatia (juga kita) bahwa kebebasan sejati hanya ada di dalam Kristus. Mengapa? Karena Ia telah menyerahkan diri-Nya untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Itulah inti Injil: bukan manusia yang membebaskan (menyelamatkan) dirinya, melainkan karya penebusan Kristus di salib. Karena itu, kebebasan sejati bukanlah izin untuk hidup semau gue. Melainkan, sebuah kesempatan untuk hidup dalam kasih dan kebenaran, selaras kehendak-Nya.
Kini, atas nama kebebasan, media digital tak henti menyodorkan aneka kenikmatan instan, popularitas, dan kebanggaan diri. Semuanya tampak menawan. Namun, sesungguhnya itu tidak membuat kita bebas. Justru sebaliknya, kita kian diperbudak oleh godaan dan hiruk pikuk dunia. Hanya Kristus yang sanggup memberikan kebebasan sejati. Sebab, Ia bukan hanya membebaskan kita dari rasa bersalah, tetapi juga dari kuasa dosa yang membelenggu. Mari kita menghidupi kebebasan sejati. --SAP/www.renunganharian.net
KEBEBASAN KRISTIANI BERARTI BEBAS MELAKUKAN APA YANG SEHARUSNYA KITA LAKUKAN; BUKAN APA YANG KITA INGINKAN.-WILLIAM BERCLAY
Please sign-in/login using: