KUMAU SEPERTI TUHAN YESUS

Baca: FILIPI 2:1-11


Bacaan tahunan: Bilangan 35-36

Di era media sosial saat ini, banyak orang berlomba menampilkan pencapaian, kepandaian, atau gaya hidupnya. Dunia mengajarkan bahwa semakin kita menonjolkan diri, semakin kita dianggap hebat. Namun, di tengah budaya yang berpusat pada diri sendiri ini, Yesus justru datang dengan teladan yang berbeda-bukan untuk mencari sorotan, melainkan untuk melayani dalam diam. Ia tidak memamerkan kuasa-Nya, padahal Ia adalah Tuhan. Ia memilih merendahkan diri, bahkan rela mati di kayu salib.

Kerendahhatian adalah salah satu karakter Yesus yang paling menakjubkan. Meskipun Dia adalah Tuhan, Ia tidak menuntut hak-Nya, melainkan justru memilih jalan yang paling hina-lahir di kandang, hidup sederhana, bahkan mati dengan cara yang paling memalukan. Ini bukan sekadar tindakan luar, tetapi mencerminkan hati-Nya yang penuh kasih dan taat kepada Bapa. Karena itu, Rasul Paulus menasihati jemaat Filipi yang tengah menghadapi pertengkaran dan perselisihan untuk meneladani Kristus di dalam sikap rendah hati, tidak menonjolkan keakuan diri dan menempatkan orang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.

Belajar rendah hati seperti Yesus dimulai dengan mengenal siapa kita di hadapan Allah: orang berdosa yang telah dikasihi dan diselamatkan oleh kasih karunia. Dari kesadaran inilah lahir hati yang tidak perlu membuktikan diri, tetapi bersedia melayani. Mari kita bertanya, apakah aku bersedia melepaskan keakuanku dan belajar rendah hati seperti Kristus? Rendah hati bukan sekadar sikap, tapi jalan hidup yang memuliakan Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita untuk meneladani kerendahhatian Kristus. --DSK/www.renunganharian.net


KERENDAHHATIAN DIMULAI DENGAN MEMBERI RUANG BAGI YANG LAIN DALAM PIKIRAN DAN HATI KITA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media