BIARKAN TUHAN MENGASIHI MEREKA

Baca: YUNUS 1


Bacaan tahunan: Bilangan 26-27

Yunus diutus oleh Tuhan untuk pergi ke kota Niniwe. Di situ nanti ia menyerukan peringatan terhadap mereka karena kejahatan mereka yang teramat besar (ay. 1-2). Terlihat sebentar kemudian Yunus berkemas. Ia lekas bersiap untuk berangkat. Namun, arahnya bukan menuju Niniwe, melainkan Tarsis (ay. 3). Yunus menolak pergi ke Niniwe, yang artinya, ia bersikap tidak taat kepada Tuhan.

Saat singgah di dunia, Yesus memberikan perintah kepada kita, "Kasihilah musuhmu" (lih. Mat. 5:44). Perintah tersebut mengagumkan, tetapi sukar untuk dilakukan. Sukar untuk mengasihi orang-orang yang telah berbuat jahat terhadap kita. Parahnya, acapkali kita bertindak seperti Yunus, kita juga tidak membiarkan Tuhan mengasihi mereka. Bukankah alasan Yunus bersikap tidak taat ialah karena ia paham sifat Tuhan? Ia mengerti jika nanti penduduk Niniwe bertobat, Tuhan akan mengampuni mereka (lih. Yun. 4:2). Kebinasaan akan urung ditimpakan ke atas kepala orang-orang yang teramat jahat itu. Yunus tidak membiarkan hal itu terjadi maka ia pun melarikan diri.

Perintah Tuhan tidak untuk dikagumi, tetapi dilakukan. Maka, mulai hari ini, mari belajar untuk mengasihi musuh, orang-orang yang jahat itu. Setiap kali kita mengalami kesulitan untuk melakukannya, ingat kembali situasi diri sendiri. Sebelumnya kita juga adalah seteru (musuh) Allah. Kita adalah para pendosa yang berkelakuan jahat di mata Tuhan. Jika bukan karena Dia mencurahkan kasih karunia-Nya, kita akan binasa. Pula biarkan Tuhan mengasihi mereka. Mari turut bersukacita saat mengetahui Tuhan melawat kehidupan orang-orang jahat. Mari turut bergirang saat menyaksikan mereka mulai menyadari kesalahan dan memperbaiki diri. --LIN/www.renunganharian.net


TIDAK PATUT KITA MENGHALANGI KASIH TUHAN TERHADAP ORANG-ORANG JAHAT KARENA KITA PUN KERAP MELAKUKAN KEJAHATAN DI MATA TUHAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media