MELAMPAUI KASIH BUNDA

Baca: ROMA 5:1-11


Bacaan tahunan: Imamat 16-18

Seseorang berkisah. Sewaktu naik kereta api jarak jauh, duduk di hadapannya seorang ibu. Ibu ini tidak berhenti menciumi bayinya. Di gendongan ibu yang ditutupi selimut hangat, wajah bayi tidak terlihat jelas. Penasaran bagaimana rupa sang bayi, ia terus memperhatikannya. Sampai suatu ketika, selimut tersingkap dan wajah bayi tampak jelas. Ternyata bayi itu buruk rupanya. Namun, seperti itulah kasih bunda. Tidak peduli bagaimanapun rupa wajah sang bayi, sang bunda tetap menyayanginya segenap hati.

Banyak sekali kisah kasih bunda yang mengharukan. Namun, jauh lebih menakjubkan lagi kisah kasih Allah Bapa dan Yesus Kristus kepada kita. Rasul Paulus menggambarkannya secara dramatis. Untuk orang baik, mungkin masih ada orang yang bersedia mati. Namun, lebih sulit orang yang bersedia mati buat orang benar. Karena tidak ada ikatan emosional. Namun, siapakah yang bersedia mati buat menggantikan orang-orang berdosa, jahat, dan fasik seperti kita? Inilah yang justru Kristus lakukan buat kita. Ketika kita masih menjadi musuh Allah, Kristus telah mati buat kita. Kasih sedemikian itu sungguh tidak dapat kita pahami sepenuhnya karena keterbatasan kita.

Kita hanya bisa bersyukur dan memuji Tuhan tanpa henti. Tanpa usaha apa pun dari pihak kita, Kristus telah memperdamaikan kita dengan Allah Bapa melalui kematian Yesus Kristus. Kita bangga di dalam Allah karena kita telah menerima pendamaian itu. Apakah kita masih dapat beralasan untuk tidak mengasihi-Nya segenap hati? --HEM/www.renunganharian.net


JIKA ALLAH SUDAH SEDEMIKIAN MENGASIHI KITA, APAKAH KITA TIDAK RINDU MENGASIHI-NYA SEGENAP HATI?


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media