Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YAKOBUS 1:19-27
Bacaan tahunan: Imamat 8-10
Sebagian orang Jawa menghidupi pepatah, watuk bisa ditambani, nanging watak digawa tekane pati. Artinya, 'batuk bisa diobati, tetapi watak tidak akan berubah sampai mati'. Paham ini menganggap bahwa watak seseorang tidak akan dapat diubah. Sementara pandangan psikologis mengatakan bahwa kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ) bisa ditingkatkan sepanjang hidup.
Tidak seperti kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient/IQ) yang bersifat relatif stabil sejak masa remaja dan sulit ditingkatkan secara signifikan setelah dewasa, EQ bisa terus dikembangkan sepanjang hidup. Dan EQ yang terus ditingkatkan ini secara pelan, tetapi pasti akan mengubah watak buruk seseorang. Apalagi jika dilakukan dengan kesadaran, kedisiplinan, dan penyerahan diri kepada Tuhan. Mudahnya, membentuk watak bukanlah hal mustahil di dalam Tuhan.
Yakobus mengingatkan bahwa firman Tuhan bukan sekadar cermin untuk mengenali diri. Firman harus dihidupi, ditanggapi dengan tindakan sehingga membawa perubahan. Kita dapat mengawalinya dengan kesadaran dan pengendalian diri. Mengakui dan menyadari kekurangan diri. Selanjutnya, buka hati untuk dibentuk Tuhan sehingga Roh Kudus leluasa bekerja. Secara khusus dalam hal watak, kita dapat melangkah dengan mengenali dan mengelola emosi, mengembangkan empati terhadap sesama, meningkatkan keterampilan relasional dengan membangun hubungan yang sehat, memotivasi diri berdasarkan nilai-nilai kekal, serta memaafkan dan melepaskan luka (pengampunan dan penyembuhan luka batin). --EBL/www.renunganharian.net
PERTUMBUHAN ROHANI TERGAMBAR MELALUI KARAKTER, RELASI, DAN REAKSI KITA TERHADAP HIDUP DAN SESAMA.
Please sign-in/login using: