Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 1 KORINTUS 13:1-3
Bacaan tahunan: Imamat 1-4
Cinta adalah penentu kebermaknaan. Tanpa cinta, semua tak bermakna. Meskipun kita menguasai semua bahasa, punya karunia untuk bernubuat, punya pengetahuan luas, iman yang sempurna, suka berbagi, bahkan rela berkorban diri, tetapi jika tanpa cinta, semua sama sekali tak berarti (ay. 1-3).
Namun, secara tidak langsung ayat 1-3 menguak fakta yang mengerikan: tanpa cinta pun, kita bisa melakukan hal-hal yang tampak baik, tampak mulia, dan tampak religius. Tanpa cinta pun, kita bisa melakukan hal-hal yang tampak seperti penuh cinta.
Masalahnya, banyak orang mudah terpikat pada tampilan luar, tanpa menimbang yang ada di balik yang tampak. Dalam situasi demikian, fakta mengerikan di atas menjadi godaan besar. Banyak orang memakai fakta itu sebagai jalan untuk mencapai tujuan-tujuan egoistis. Mau contoh? Meski tanpa cinta, tetapi melulu demi popularitas dan pencitraan, orang bisa menggelontorkan "bantuan" kepada korban bencana alam.
Bagi orang-orang ini, yang penting bukan hidup yang bermakna, melainkan tercapainya tujuan egoistis mereka. Untuk itu, mereka butuh kamuflase yang terhormat untuk menutupi agenda egoistis mereka. Dan, menjadi tampak baik, menjadi tampak mulia, menjadi tampak religius adalah kamuflase yang sempurna.
Sebab itu, Tuhan mengingatkan: tanpa cinta, semua sama sekali tak bermakna. Apa artinya? Sabda di atas bukan encouragement untuk hidup tak bermakna, tetapi justru peringatan keras agar kita menghidupi cinta kasih agar hidup kita menjadi hidup yang bermakna. --EE/www.renunganharian.net
TETAPI JIKA AKU TIDAK MEMPUNYAI KASIH, AKU SAMA DENGAN GONG YANG BERKUMANDANG DAN SIMBAL YANG GEMERINCING.-1 KORINTUS 13:1B
Please sign-in/login using: