MEMBAWA KELEMAHAN KEPADA-NYA

Baca: YEREMIA 31:1-9


Bacaan tahunan: Keluaran 33-35

Setiap manusia tentu memiliki kelemahan dalam hidupnya. Oleh karenanya, maka wajar apabila kita bisa mengalami kegagalan, keterpurukan, kesedihan, maupun juga kebimbangan. Kelemahan itu adalah bukti bahwa kita tidak bisa merasa kuat dan menjalani hidup seorang diri. Dalam kelemahan tersebut, sikap kita menjadi kunci dari hidup yang kita jalani.

Dalam duka yang dirasakan bangsa Israel oleh karena pembuangan yang mereka alami, Allah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Allah akan menolong dan memulihkan keadaan mereka supaya mereka betul-betul menjalani kehidupan yang baru, yang terbebas dari duka. Namun, untuk itu Allah menghendaki supaya mereka betul-betul datang kepada-Nya dengan menyadari keadaan diri mereka yang lemah, yang Allah gambarkan dengan tangisan. Tangisan adalah gambaran ungkapan kesedihan dan penyesalan yang merupakan wujud pengakuan dan kesadaran akan kelemahan diri. Dengan sikap dan kesadaran itulah maka Allah akan menguatkan mereka dengan menghibur dan membuat mereka kembali bersukacita, serta menuntun setiap langkah hidup mereka. Allah menunjukkan bahwa Ia adalah pemimpin yang tidak pernah meninggalkan hidup umat-Nya, dan selalu hadir untuk memberikan kehidupan bagi mereka.

Allah menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan dan mencelakakan kita. Untuk itu, dalam kelemahan kita Allah mengajak kita untuk selalu datang dan dekat kepada-Nya. Sebab, Ia selalu hadir untuk menguatkan, memampukan, dan memberi hidup bagi kita. --ZDP/www.renunganharian.net


DATANG DAN MENDEKATLAH KEPADA-NYA, SEBAB IA YANG AKAN MENGUATKAN DAN MEMAMPUKAN KITA DALAM SETIAP KELEMAHAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media