Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: IBRANI 13
Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 21-24
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat mengikuti kondisi ekonomi global yang semakin sulit. Baik pengusaha maupun karyawan, bahkan dunia pendidikan terutama swasta pun mengeluh. Hal ini membuat banyak orang mengalami stres. Ada yang kebingungan, cemas, juga depresi. Kondisi serupa juga dialami banyak orang percaya. Lalu bagaimanakah menghadapi kondisi ini agar kita bisa tetap tenang?
Firman Tuhan merupakan jawaban yang luar biasa, memberi satu-satunya jaminan buat kita. Tuhan meminta kita agar tidak perlu mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Ia malah meminta kita untuk mencukupkan diri. Artinya, kita hidup sesuai dengan apa yang Tuhan sediakan bagi kita saat ini. Tentu pembelanjaan kita perlu dikendalikan dengan hikmat. Begitu pula, kita tidak berspekulasi dan terjatuh dalam utang yang tak ada habisnya. Dasarnya adalah keyakinan bahwa Tuhan tahu segalanya dan Ia sekali-kali tidak akan meninggalkan kita.
Firman Tuhan yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu ini memperlihatkan bahwa kekhawatiran akan penghidupan pribadi dan keluarga sudah ada sejak dahulu kala. Keinginan hidup berlebih di luar kemampuan kita tidaklah dikehendaki-Nya. Sebaliknya, kita diminta untuk menghadapi situasi ekonomi buruk dengan bersandar penuh kepada-Nya. Tentu adakalanya kita perlu langkah bijak untuk mengelola keuangan kita. Namun, percayakan selebihnya kepada Allah, Sang Pemelihara hidup kita yang ajaib.
-HEM/www.renunganharian.net
KITA HIDUP MENCUKUPKAN DIRI DENGAN APA YANG ADA. PERCAYAKAN SISANYA KEPADA ALLAH YANG BERJANJI MEMEDULIKAN KITA.
Please sign-in/login using: