Renungan Harian
TIDAK SIAP DITINGGAL
28 October 2026
Baca: KEJADIAN 2:21-25
Bacaan tahunan: Lukas 10-11
Tuhan membentuk perempuan dari salah satu tulang rusuk manusia yang diambil ketika ia tidur. Perempuan inilah yang kemudian menjadi pasangan bagi manusia, Adam. Inilah pernikahan pertama yang dicatat dalam Alkitab. Ketika seorang laki-laki menikah, ia akan bersatu dengan istrinya. Ia akan meninggalkan ayahnya dan ibunya. Kata "meninggalkan" bukan berarti putus hubungan, tidak kenal, atau tidak akan bertemu lagi, tetapi sebagai wujud kemandirian keluarga baru dari orang tuanya, baik mandiri secara ekonomi, dalam mengambil keputusan, mengelola keluarga, dan lainnya. Namun, tidak jarang kemandirian ini terganggu karena orang tua yang tidak siap ditinggal sehingga mereka masih sengaja mencampuri urusan dalam kehidupan keluarga anaknya, seperti mengatur-atur, memaksakan kehendak, selalu mengontrol anaknya, dan lainnya. Situasi ini tentunya tidak baik karena relasi dan kesatuan anaknya dengan istrinya sebagai keluarga yang baru bisa terganggu.
Tuhan telah menetapkan batas yang jelas, dan marilah kita sebagai anak maupun orang tua dapat menempatkan diri dalam posisi yang benar sehingga rencana Tuhan terhadap suatu keluarga baru dapat terwujud sesuai kehendak-Nya. Biarlah anak-anak berani belajar mandiri dalam pernikahan dan biarlah orang tua berani melepas anak-anaknya masuk ke pernikahan dengan iman bahwa Tuhan yang memberkati, menjaga, dan memelihara. --ANT/www.renunganharian.net
ORANG TUA HARUS SIAP DITINGGALKAN, DEMI KESATUAN ANAKNYA DENGAN ISTRINYA.Renungan Harian

