Renungan Harian
GIBAH
24 October 2026
Baca: KEJADIAN 9:18-29
Bacaan tahunan: Lukas 2-3
Setelah Nuh minum anggur, ia mabuk dan telanjang dalam kemahnya. Ham, bapa Kanaan, melihat aurat Nuh, ayahnya, lalu menceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Berbeda dengan Ham, Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua. Mereka lalu berjalan mundur dan menutupi aurat ayahnya sambil memalingkan muka sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Ketika Nuh sadar dari mabuknya dan mengetahui apa yang dilakukan anak bungsunya, ia mengutuk Kanaan menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Nuh berkata lagi, "Terpujilah Tuhan, Allah Sem! Biarlah Kanaan menjadi hamba baginya. Kiranya Allah memperluas tempat kediaman Yafet. Hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, dan Kanaan menjadi hamba baginya."
Gibah dapat merusak hubungan dengan orang lain, menghancurkan reputasi korban dan membuat mereka merasa malu. Orang yang menjadi korban gibah tidak akan memercayai pelaku lagi. Karena itu, kendalikan lidah kita, jangan membicarakan kekurangan, keburukan, dan aib orang yang dapat menjatuhkan dan mempermalukan orang lain, sebaliknya hendaklah kata-kata kita penuh kasih, jangan hambar. Dengan perkataan kita dapat memberi semangat kepada orang yang letih lesu dan pakailah perkataan yang baik untuk membangun supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah (Kol. 4:6, Yes. 50:4, Ef. 4:29). --IN/www.renunganharian.net
PILIHLAH PERKATAAN YANG MEMBERI SEMANGAT DAN MEMBANGUN ORANG YANG MENDENGARNYA, BUKAN YANG MENJATUHKAN ORANG LAIN.Renungan Harian

