TUAN RUMAH DAN GEMBALAKU

Baca: Mazmur 23


Bacaan tahunan: Yehezkiel 17-19

Kapan terakhir kali kita membaca atau melantunkan Mazmur 23? Apakah untuk acara kebaktian penghiburan atau pemakaman? Atau untuk upacara pernikahan atau ulang tahun? Atau saat menjenguk sahabat atau kerabat yang terbaring sakit, atau justru pendeta yang membacakannya bagi kita, saat kita tergolek karena sakit? Apa pun kondisinya, apakah kita betul-betul menghayati mazmur ini?

Mazmur 23 adalah favorit hampir semua orang, untuk berbagai kesempatan dan situasi. Mari menyimak beberapa keindahan mazmur ini. Pertama, pemazmur menggunakan dua lambang untuk membicarakan Tuhan sebagai pusat hidupnya. Tuhan adalah Gembala sekaligus Tuan Rumah yang menjamu pemazmur. Lambang yang digunakan di sini sangat dekat dengan realitas kehidupan pemazmur. Gembala menuntun dan melindungi domba-domba-Nya sampai tiba dengan selamat di kandang mereka. Sebagai Tuan Rumah, Tuhan memberikan perlindungan yang sempurna dan damai sejahtera yang penuh kepada anak-anak-Nya. Tuhan juga menyediakan hidangan bagi umat-Nya. Tuhan adalah pusat hidup dan sumber segala sesuatu yang dibutuhkan anak-anak-Nya.

Bagaimana arti Mazmur 23 ini bagi kita? Semoga kita diperkaya dengan kesadaran, betapa dekatnya relasi pemazmur dengan Tuhannya. Apakah relasi kita pun menjadi semakin dekat dan akrab dengan Gembala dan Tuan Rumah kita? Kalau kita sudah menyadari bahwa Tuhan adalah Gembala sekaligus Tuan Rumah bagi kita, maka hendaklah hidup kita selalu mendekat ke hadirat-Nya. Menuruti segala tuntunan-Nya dan percaya bahwa Dia akan selalu menyediakan berkat bagi kita. --ENO/www.renunganharian.net


SEEKOR DOMBA TIDAK BISA JAUH DARI GEMBALANYA KARENA IA AKAN TERSESAT.


Navigation

Change Language

Social Media