TETAP BERSYUKUR

Baca: Kolose 3:5-17


Bacaan tahunan: Yosua 20-21

Budi dan istrinya sudah menikah selama 30 tahun, namun belum dikaruniai anak. Mereka sudah mengupayakan berbagai cara untuk bisa memiliki anak kandung, tetapi hasilnya nihil. Namun, kami memerhatikan mereka tetap bersyukur dan menjalani hidup ini dengan bahagia. Apa rahasianya? Pasrah kepada Tuhan. Mereka menerima rencana Tuhan dan percaya bahwa rencana-Nya itu yang terbaik. "Toh kami bisa mengasihi anak-anak lain yang tidak punya orangtua, " kata Budi. Mereka mengadopsi beberapa anak yatim piatu.

Ya, bagaimana ketika rencana atau keinginan itu tidak dikabulkan Tuhan? Saat itulah Tuhan sedang melatih kita untuk pasrah, berserah kepada-Nya. Firman Tuhan mengajar kita agar saat melakukan segala sesuatu, kita melakukannya dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur. Meskipun rencana kita tidak terwujud atau keinginan kita tidak terkabul, kita tetap dapat bersyukur karena, bagaimanapun, Tuhan tidak akan mencelakakan kita. Kita dapat tetap bersukacita karena Tuhan pasti menyediakan kebaikan dan kesejahteraan bagi kita. Kiranya kita tidak berfokus pada apa yang belum kita miliki, melainkan menikmati dan mensyukuri berkat yang sudah dikaruniakan-Nya.

Saat kita meminta kepada Tuhan, entah diberi entah tidak diberi, tetaplah bersukacita dan mengucap syukur dalam menjalani hidup ini. Kiranya, dengan berfokus pada berkat yang sudah kita miliki, kita dapat mendayagunakannya dengan sebaik-baiknya. Dan selanjutnya, kita dapat menggunakannya untuk memberkati orang lain. --RTG/Renungan Harian


BAIK SAAT MENDAPATKAN MAUPUN TIDAK MENDAPATKAN KEINGINAN KITA, HENDAKNYA KITA TETAP BERSYUKUR KEPADA TUHAN.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media