POHON SEPERTI APA?

Baca: Mazmur 128:1-6


Bacaan tahunan: Matius 27-28

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tentu, keberlakuan pepatah itu bukan tanpa syarat. Jika pohon itu tumbuh di lereng yang terjal, atau mencangkung di atas sungai yang deras, kisahnya pasti berbeda. Tetapi di lahan datar, dalam situasi normal, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu mau mengatakan bahwa jika tak ada hal yang memantik perkecualian, karakter dan perilaku anak-anak akan sangat dipengaruhi oleh -dan karenanya tak akan jauh dari- karakter dan perilaku orangtua mereka.

Mazmur 128 tak hendak menafikan peran ibu. Dengan ungkapan yang lazim kala itu, Pemazmur menyatakan bahwa dari dalam keluarga akan hadir anak-anak yang "seperti tunas pohon zaitun" (ay. 3b)-yakni anak-anak yang baik, tunas harapan bagi kehidupan, yang menjadi berkat bagi sesama- tetapi dengan satu catatan penting: jika mereka tumbuh dalam asuhan orangtua yang "takut akan Tuhan" (ay. 4).

Mazmur 128 hendak mengatakan bahwa dari orangtua yang konsisten menjaga kesucian hidup, tumbuh anak-anak yang menghormati nilai-nilai luhur. Dari orangtua yang pemurah dan bersikap welas asih, tumbuh anak-anak yang penuh kepedulian dan cinta kasih. Dari orangtua yang tidak membeda-bedakan sesama, tumbuh anak-anak yang egaliter. Dari orangtua yang menghormati perbedaan, tumbuh anak-anak yang toleran.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peran dan kualitas kita sebagai orangtua ternyata menentukan iman dan karakter anak-anak kita. Maka sungguh, kita patut mengerti kita harus menjadi pohon yang seperti apa. -EE

Anak-anak belajar dari kehidupan yang dialaminya. --dan karenanya tak akan jauh dari/www.renunganharian.net


ANAK-ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPAN YANG DIALAMINYA. -DOROTHY LAW NOLTE


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media