PENGAKUAN DAUD

Baca: Mazmur 28:1-8


Bacaan tahunan: Ester 1-3

Jose bercerita mengenai masa lalunya yang kelam. Setiap malam ia menghabiskan waktu nongkrong di alun-alun kota dan baru pulang esok paginya. Konflik dan perkelahian menjadi "makanan" sehari-hari bagi Jose. Namun, ia merasa tenang karena memiliki kenalan seorang aparat yang sangat berpengaruh. Sampai suatu ketika, orang yang ia andalkan mengalami kecelakaan, yang mengakibatkan kematiannya. Jose pun limbung karena merasa tak ada lagi orang yang dapat diandalkan. Ketika itulah, Tuhan mengingatkannya untuk kembali kepada-Nya dan belajar mengandalkan Dia dalam menjalani kehidupan.

Dalam mazmurnya, Daud mengakui bahwa Tuhanlah kekuatan, perisai, dan penolong baginya. Tiga alasan yang lebih dari cukup untuk membuat putra Isai ini bersukacita, percaya kepada-Nya, memuji Dia, dan bersyukur kepada-Nya. Alkitab pun memberi banyak informasi yang sangat jelas bagi kita mengenai kehidupan Daud yang tidak mudah. Rencana Allah yang menetapkan dia menjadi raja membawanya mengalami berbagai problema kehidupan, termasuk perlawanan dari saudara sebangsanya, juga dari musuh-musuh bangsa Israel yang dipimpin olehnya. Tanpa kekuatan, perlindungan, dan pertolongan dari Allah, mustahil Daud dapat menghadapi semuanya itu hingga masa tuanya.

Fakta kehidupan menunjukkan, tanpa campur tangan Allah kehidupan akan semakin sulit dijalani. Bagi umat Allah, terkadang Allah terpaksa "mengambil" hal-hal yang mereka andalkan, supaya mereka belajar bergantung dan berharap kepada-Nya. Siapakah yang selama ini kita andalkan? --GHJ/www.renunganharian.net


KETIKA SEMUA TIDAK DAPAT DIANDALKAN, MASIH ADA ALLAH YANG SENANTIASA DAPAT KITA ANDALKAN.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media