PATUKAN KETEKUNAN

Baca: Yakobus 1:2-8


Bacaan tahunan: Yesaya 52-57

Dalam kehidupan ini ada suatu dorongan yang mengatakan, "Aku harus bertumbuh." Anak ayam di dalam telur menggambarkan hal ini. Pada suatu titik, ia akan merasa terkungkung oleh kulit telur, dan ia pun mulai mematuk, mematuk, dan mematuk kulit itu. Ia bekerja keras, dan mendapatkan kekuatan dari pergumulannya ini.

Ketangguhan dan ketekunan itu diperlukannya untuk berhadapan dengan lingkungan baru yang segera dihadapinya begitu kulit telur itu retak terbuka. Apa yang terjadi jika ada orang yang berusaha menolongnya dengan meretakkan kulit itu sebelum waktunya? Ia akan membunuh anak ayam itu karena telah melumpuhkan kemampuannya untuk menghadapi lingkungan baru.

Tahap kehidupan yang baru dan pertumbuhan selalu mengandung risiko: risiko atau harga untuk suatu kemerdekaan. Namun, Allah telah mempersiapkan kita menghadapi risiko itu melalui ketekunan dan pergumulan yang memperkuat otot-otot iman kita untuk bertumbuh makin dewasa tahap demi tahap. Kalau kita tidak mau berjuang, kita akan tertahan dan pertumbuhan kita terganggu.

Kenapa kita memerlukan ketekunan? Ujian dalam hidup ini muncul secara tak terduga. Kita ditantang untuk selalu siap. Orang yang tidak siap melihat kesulitan sebagai rintangan, ia akan kalah dan frustrasi. Sebaliknya, orang yang siap melihat kesulitan sebagai peluang, ia akan menggunakannya untuk memperkuat iman dan mengembangkan karakternya.

Tantangan dan pencobaan hidup itu tak terelakkan. Adakah kita siap menghadapinya dalam ketekunan? --ARS/www.renunganharian.net


KETANGGUHAN MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP TIDAK DIPEROLEH DALAM SEKEJAP, TETAPI DIKEMBANGKAN DENGAN TEKUN TAHAP DEMI TAHAP.


Navigation

Change Language

Social Media