NENEK BERDANSA

Baca: Yesaya 40:28-31


Bacaan tahunan: Nehemia 4-6

Ada video menarik di Youtube. Seorang pedansa jalanan mengajukan tantangan pada penonton untuk berdansa dengannya. Tiba-tiba seorang nenek bertongkat tampil. Semua orang terperanjat. Serba ragu tak percaya. Nyatanya penonton disuguhi permainan dansa yang mencengangkan. Dalam kolaborasi, pria tegap dan nenek itu melakukan gerakan-gerakan energik dan fantastik. Si nenek tak terlihat tua atau lemah, seolah-olah ia menjadi muda kembali. Ada energi yang mengalir dan saling melengkapi.

Yesaya menjadi saksi kejatuhan bangsanya dalam beberapa insiden politik yang menjerumuskan mereka ke jurang penjajahan dan pembuangan. Ia menyaksikan para teruna bangsa berjalan lesu, terseok-seok, dan jatuh tersandung diseret ke negeri asing sebagai tawanan (ay. 30). Setelah puluhan tahun umat menjalani hukuman Tuhan, Yesaya mengabarkan penghiburan kepada mereka. Kekuatan dan masa depan baru masih ada pada sisa-sisa bangsa itu, yakni mereka yang kembali berharap akan Dia dan mau berjalan mengikuti pimpinan-Nya-bak rajawali terbang melayang mengikuti arah dan dorongan angin (ay. 31).

Kita ini diciptakan layaknya pedansa yang harus berpasangan. Kita diciptakan untuk bersekutu, berdampingan, dan bermitra dengan Tuhan. Begitu terlepas dari-Nya, siapakah kita selain "nenek tua" dengan kekuatan yang lekas merosot? Sebaliknya, jika kita berkolaborasi dengan Dia dan mengikuti pimpinan-Nya, keajaiban terjadi. Tiada terasa, kita dimampukan, disegarkan, didukung, ditopang-dan senantiasa beroleh kekuatan baru. --PAD/www.renunganharian.net


HIDUP INI AKAN TERASA LEBIH SEGAR DAN RINGAN JIKA KITA MELANGKAH SELARAS DENGAN PIMPINAN TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media