MERASA BERSALAH

Baca: Kejadian 42:18-28


Bacaan tahunan: Yehezkiel 33-36

Sewaktu SMA saya pernah menanggung perasaan bersalah yang sedemikian parah sehingga saya menderita depresi yang cukup berat. Karena merasa tidak mendapatkan jalan keluar, saya memutuskan untuk bunuh diri. Akan tetapi, karena kasih Tuhan semata, usaha bunuh diri tersebut gagal. Sejak saat itu saya berhati-hati dan tidak menganggap sepele rasa bersalah. Saya mendapati hanya penyesalan, pertobatan, dan pengampunanlah yang mampu membebaskan kita dari perasaan bersalah yang menekan itu.

Sebenarnya kakak-kakak Yusuf telah mengalami kasih karunia Yusuf yang tidak mau membalas perbuatan mereka. Ya, jalan keluar serta makanan yang diberikan kepada mereka adalah suatu bentuk kasih karunia, yaitu kebaikan yang mereka peroleh sebagai ganti dari kejahatan pada masa lalu. Namun, mereka hanya memusatkan perhatian pada kejahatan mereka sendiri sehingga mereka begitu takut. Mereka sulit melihat apa yang mereka alami di Mesir itu sebagai jalan Tuhan dalam memelihara kehidupan mereka. Dosa-dosa mereka telah membuat mereka sulit melihat kasih karunia Tuhan melalui Yusuf.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga termasuk orang yang sedang dikejar-kejar oleh perasaan bersalah? Janganlah menjauhi Tuhan, melainkan datanglah pada Yesus. Dialah Juru Selamat manusia yang mampu menghapuskan dosa-dosa kita dan menerima kita dengan kasih karunia. Kita hanya perlu menyesali dosa, bertobat, dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. --ENO/www.renunganharian.net


JALAN UNTUK MENGIKIS RASA BERSALAH HANYALAH DENGAN MEMOHON PENGAMPUNAN DAN BERTOBAT.


Navigation

Change Language

Social Media