MENDAPAT PESANGON

Baca: Keluaran 12:29-42


Bacaan tahunan: Mazmur 120-131

Ibu Seneng sudah lima tahun mengabdi kepada majikannya sebagai pembantu rumah tangga. Karena majikannya mendapat penugasan ke luar pulau, mereka pindah dan rumah mereka dikontrakkan. Sebelum pergi, majikannya memberi pesangon. Uang pesangon itu dipakai Ibu Seneng untuk membuka warung gado-gado di rumahnya. Dari usaha itu, Ibu Seneng bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Untuk membuat Firaun mengeluarkan titah mengizinkan bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan mendatangkan sepuluh tulah yang membuat bangsa Mesir sangat susah. Selama di Mesir, bangsa Israel dijadikan budak dan miskin. Karena itu, saat Tuhan mengeluarkan mereka dari Mesir, Dia membuat orang Mesir bermurah hati kepada bangsa Israel (ay. 36). Mereka mendapat barang-barang emas dan perak serta kain-kain. Setelah mengalami 400 tahun masa perbudakan tanpa upah, mereka pergi dengan menerima "pesangon". Sayangnya, kalau kita membaca terus kisah bangsa Israel, mereka menyalahgunakan harta dari Mesir itu. Mereka membuat patung anak lembu emas, yang mereka sembah (Kel. 32:1-6). Harta yang seharusnya menjadi berkat malah mendatangkan tulah.

Kita tentu bersyukur mendapatkan berkat materi dari Tuhan. Pertanyaannya, berkat materi itu kita gunakan untuk apa? Memuaskan keinginan daging atau mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan banyak orang? Marilah kita bijaksana memakai berkat materi dari Tuhan sehingga berkat materi itu membuat hubungan kita dengan Tuhan dan sesama semakin dekat. --RTG/www.renunganharian.net


BERKAT MATERI HENDAKNYA KITA PAKAI UNTUK MELAYANI TUHAN DAN SESAMA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media