MEMBANTING TULANG

Baca: Roma 16:1-16


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 6-7

Menurut arti katanya, banting tulang secara sederhana dapat diartikan sebagai kerja keras atau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang diinginkan yang terkadang terlalu berlebihan sehingga bisa memberikan dampak buruk bagi pelakunya. Sebagai seorang anak, saya memahami benar seorang ibu yang sedang membanting tulang. Setelah ayah meninggal, saya menyaksikan, bagaimana ibu bekerja siang malam bahkan terkadang tidak menghiraukan kondisi kesehatannya sendiri. Sebuah pengorbanan yang luar biasa.

Trifena dan Trifosa adalah sebagian kecil dari begitu banyak wanita yang punya peran besar dalam pelayanan Rasul Paulus. Mereka, kata Paulus, tidak hanya mendukung pekerjaan Tuhan menurut kemampuan mereka, tetapi mereka telah membanting tulang atau bekerja keras, bahkan mungkin, tidak memikirkan dirinya sendiri demi tujuan Injil Kristus semakin meluas. Bisa jadi mereka bukanlah pemberita Injil, tetapi mereka rela bekerja sedemikian keras dan memberikan hasil kerja mereka bagi pelayanan misi.

Bekerja keras membanting tulang bagi pelayanan pekerjaan Tuhan menunjukkan kesungguhan hati kita dalam melayani Dia. Ada rupa-rupa pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Menjadi seorang suami, istri, ayah dan ibu bagi anak-anak, atau sebagai seorang pekerja, adalah pekerjaan Tuhan yang Ia percayakan kepada kita. Untuk semua pelayanan itu, apakah kita telah mengerjakannya sampai titik "membanting tulang", dengan segenap hati seperti kita melakukannya untuk Tuhan? --SYS/www.renunganharian.net


TIDAK SEKADAR BEKERJA, HENDAKNYA KITA JUGA "MEMBANTING TULANG" DEMI MEMENUHI TANGGUNG JAWAB KITA.


Navigation

Change Language

Social Media