KEKRISTENAN BANYAK LARANGAN

Baca: 1 Korintus 10:23-33


Bacaan tahunan: Yesaya 43-46

Saya pernah mendengar keluhan dari beberapa petobat baru, "Ada banyak larangan dalam agama Kristen. Ini tidak boleh, itu tidak boleh. Saya jadi tidak bebas menjalani hidup." Ada pula orang yang berkata bahwa sejak ia bersungguh-sungguh dalam imannya, hidupnya tak lagi bebas dan repot. "Berkata-kata kotor atau mengumpat pun tidak boleh, padahal semua orang melakukannya." Benarkah demikian?

Kecuali untuk perbuatan dosa atau kejahatan, Alkitab membolehkan kita melakukan segala sesuatu. Ukurannya adalah kemampuan untuk menilai apakah yang kita lakukan berguna, membangun, atau sebaliknya, tak berguna dan menghasilkan perilaku destruktif. Jika memang berguna dan membangun-artinya mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain, maka orang percaya tidak dilarang apabila melakukannya. Lebih lanjut Paulus menegaskan bahwa apa pun yang kita lakukan, hendaklah dipikirkan juga apakah memuliakan nama Tuhan atau justru memalukan nama-Nya (ay. 31). Kita pun perlu menimbang apakah perbuatan kita dapat berdampak pada keselamatan mereka yang masih di luar Kristus, atau justru membuat mereka "alergi" dan menolak Kristus (ay. 33).

Kekristenan adalah perjalanan iman. Pertumbuhan iman akan menentukan kepekaan kita dalam membedakan antara perbuatan yang berguna, membangun, atau merugikan diri sendiri maupun orang lain. Selain iman, pemahaman kita akan kebenaran firman pun perlu bertumbuh, sehingga kita sedapat mungkin menjauhi perkara yang tak berguna dan tak membangun. --GHJ/www.renunganharian.net


BAGI ORANG YANG MENGASIHI TUHAN, LARANGAN PUN DAPAT DIANGGAP SEBAGAI TANDA KASIH DAN KEPEDULIAN ALLAH.


Navigation

Change Language

Social Media