JEHOVAH JIREH

Baca: 1 Raja-Raja 17:7-24


Bacaan tahunan: Yosua 11-13

Ketika saya membutuhkan biaya besar untuk berobat dan cuci darah di tahun 2014, hadir BPJS program pemerintah sebagai asuransi kesehatan yang murah bagi rakyat Indonesia. Bagi saya, itu bukan cuma keberuntungan, tetapi Allah menyediakan (Jehovah Jireh). Jika tanpa BPJS kemungkinan saya tidak tertolong karena tidak mampu membayar biaya cuci darah.

Seperti janda di Sarfat, jika bukan pertolongan Tuhan, dia akan mati karena makanan kebutuhan hidupnya telah habis. Imannya sungguh mengherankan. Dalam kemiskinannya dia tidak mementingkan diri sendiri, tetapi bersedia dipakai Tuhan untuk memberi makan Elia. Ia tidak mengeluh, malah ia taat kepada firman Tuhan yang disampaikan nabi Elia. Ketaatannya membuat ia mengalami mujizat dan pemeliharaan Tuhan. Sedikit tepung dan minyak yang dimilikinya tidak berkurang, serta anak perempuannya yang mati, dapat hidup kembali.

Jika saja janda di Sarfat tidak menuruti firman Tuhan, kemungkinan dia tidak menerima berkat spesial itu dari Tuhan. Saya merenungkan ini dan menjadi sadar, berapa banyak berkat Tuhan yang saya pakai hanya menuruti keinginan diri sendiri, yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Seringkali orang merasakan kekurangan berkat sehingga berkeluh kesah, padahal Tuhan tidak kurang memberkati. Kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, bukan saja berkat-berkat umum, tetapi juga diberi-Nya berkat-berkat khusus. Namun seringkali berkat-berkat Tuhan terbuang karena salah dalam penggunaannya, bukan untuk kebutuhan hidup tetapi untuk memuaskan keinginan. --JAP/Renungan Harian


BERKAT TUHAN TIDAK PERNAH KURANG TETAPI SERINGKALI KITA SALAH MENGGUNAKANNYA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media