CUKUPKANLAH DIRIMU

Baca: Ibrani 13:1-6


Bacaan tahunan: Mazmur 67-71

Pada zaman sekarang orang tidak lagi hanya hidup untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan dan tempat tinggal. Kita tergiur dan mengingini barang mewah karena merasa gengsi dengan orang lain. Padahal, barang itu bukanlah kebutuhan yang mendesak. Tidak jarang, untuk memuaskan keinginan tersebut, kita memaksakan diri tanpa mempertimbangkan penghasilan yang ada. Akibatnya, lebih besar pasak dari pada tiang.

Firman Tuhan menasihatkan supaya kita tidak menjadi hamba uang. Hamba dalam bahasa Yunani doulos, artinya budak. Jangan sampai kita diperbudak oleh uang. Uang menjadi sumber utama untuk memuaskan keinginan mata atau keinginan duniawi lainnya. "Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu"-berarti kita sepatutnya bertindak bijaksana dan tepat dalam menggunakan uang atau berkat yang sudah diterima. Kita memprioritaskan kebutuhan hidup dan menomorduakan keinginan. Tuhan Yesus dalam Doa Bapa Kami mengajarkan, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Kata "secukupnya" menunjuk pada kecukupan seseorang dalam hal yang diperlukan atau dibutuhkan dan pengawasan terhadap keinginannya. Kecukupan juga menandakan keyakinan yang positif bahwa Allah telah mencukupi keperluan kita.

Tuhan berjanji tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita, tangan kasih-Nya akan selalu menolong. Marilah kita mencukupkan diri dengan apa yang sudah kita terima atau kita miliki. Janganlah hidup kita diperhamba oleh keinginan mata. --EY/www.renunganharian.net


TUHAN AKAN MENCUKUPKAN SETIAP KEBUTUHAN KITA, BUKAN KEINGINAN KITA.


Navigation

Change Language

Social Media