BERMENTALITAS KUAT

Baca: Bilangan 13:25-33


Bacaan tahunan: Yesaya 38-42

Dua pemuda yang baru lulus kuliah hendak melamar bekerja di sebuah bank swasta nasional. Saat teman-teman mereka mengetahuinya, mereka mendorong keduanya mengurungkan niat. "Masuk ke bank itu susah sekali, dulu beberapa kawanku gagal, " kata salah satu teman mereka. Akhirnya, hanya pemuda kedua yang tetap melamar. Memang tidak mudah saat menjalani tes seleksi, ujian, dan akhirnya wawancara, tetapi ia berhasil diterima dan mulai bekerja di bank itu.

Mentalitas menentukan kesuksesan atau kegagalan kita dalam menghadapi persoalan hidup. Kedua belas pengintai melihat negeri yang sama, penduduk yang sama, hasil bumi yang sama. Yang membedakan, sepuluh pengintai bermental lemah, dua pengintai bermental pemenang. Yosua dan Kaleb tahu penduduk negeri itu memang seperti raksasa, kotanya berkubu-kubu, tetapi mereka punya Tuhan yang luar biasa, yang sudah berjanji bahwa negeri itu milik mereka. Akibatnya, sepuluh pengintai itu mati kena tulah (Bil. 14:37), sedangkan Kaleb dan Yosua memasuki dan menduduki tanah Kanaan.

Hidup ini memang kadang-kadang sulit untuk dijalani, tapi menjadi lebih sulit kalau kita bermental lemah. Seorang yang bermental kuat bukan berarti tak pernah kalah. Ia pernah kalah tapi tidak mau menyerah. Ia akan menghadapi setiap kesulitan dan menyelesaikannya sampai tuntas. Ia cepat bangkit dari kekalahannya, belajar dari kesalahannya, dan mencoba lagi. Mari kita miliki mentalitas pemenang sehingga kita berani menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan hidup. --RTG/www.renunganharian.net


MENTALITAS KITA SANGAT MENENTUKAN KESUKSESAN ATAU KEGAGALAN KITA DALAM MENGHADAPI KESULITAN.


Navigation

Change Language

Social Media