BERJUANG UNTUK BANGSA

Baca: Kejadian 47:13-26


Bacaan tahunan: Yesaya 22-26

Sebagai bangsa Indonesia, kita prihatin melihat kondisi bangsa kita sekarang ini. Generasi muda dihancurkan lewat narkoba; teror dan kekerasan mengancam di mana-mana; korupsi merajalela bak sel kanker menggerogoti tubuh; intoleransi merebak dan merusak kebinekaan kita. Namun, cukupkah kita prihatin? Sebagai rakyat biasa, apa yang bisa kita perbuat untuk mengatasi masalah bangsa ini?

Kita dapat belajar dari Yusuf. Selain menyelamatkan keluarga dari kelaparan, misi dan tugas Yusuf yang lebih luas ialah menyelamatkan seisi Mesir. Kondisi negeri itu sedemikian parah, tetapi, atas nama Firaun, ia siap menanggulangi bencana ini sesuai dengan rencana yang disingkapkan dari mimpi Firaun. Sebagai wakil Firaun, ia mengambil kebijakan yang memperkokoh dan memperkaya kerajaan. Sentuhan manusiawi dalam transaksi antara rakyat dan kerajaan ditetapkan oleh Yusuf: tanah rakyat menjadi milik Firaun, tetapi 80% hasilnya tetap menjadi hak mereka. Rakyat pun berkata kepada Yusuf, "Engkau telah memelihara hidup kami, asal kiranya kami mendapat kasih tuanku."

Yusuf merupakan contoh nyata peran umat Tuhan di tengah bangsanya. Dalam situasi serba sulit, kita dapat dipakai Tuhan sebagai alat-Nya, agar berkat-Nya tercurah bagi dunia pada umumnya dan sesama kita pada khususnya. Jika kita belum bisa berbuat dalam skala yang luas, mulailah dari keluarga kita. Mari kita persiapkan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun moral. --ENO/www.renunganharian.net


KEMERDEKAAN SUDAH DIPERJUANGKAN OLEH PARA PAHLAWAN. GILIRAN KITA BERJUANG UNTUK MENGISI KEMERDEKAAN ITU.


Navigation

Change Language

Social Media