BANTUAN SEORANG PERAWAT

Baca: Markus 9:38-41


Bacaan tahunan: Bilangan 1-2

Saya menulis naskah ini di rumah sakit sambil menunggu obat di rumah sakit. Di tengah rasa lelah karena cukup lama menunggu obat untuk ibu saya, saya tersenyum mengingat bantuan yang diberikan oleh seorang perawat. Saat melihat saya mendorong kursi roda yang ditumpangi ibu saya, spontan ia menawarkan bantuan. Selagi saya mendorong kursi roda dari belakang, ia membantu menarik bagian depan, hingga kami sampai ke lantai dua. Sebelum berpisah, tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepadanya sambil tersenyum.

Bagi kita yang pernah merasakan beratnya mendorong seseorang yang duduk di kursi roda di jalan menanjak, akan bersyukur menerima bantuan semacam ini. Saya bersyukur di tengah zaman modern ini, masih ada orang yang mudah tergerak hatinya untuk menolong orang lain. Saya jadi teringat akan perkataan Yesus mengenai tindakan memberi secangkir air. Suatu tindakan yang sederhana, tetapi akan melegakan orang yang menerima, terutama saat haus. Nah, siapa pun yang melakukan tindakan sederhana tersebut, ia takkan pernah kehilangan upah yang Tuhan sediakan. Saya pun berdoa agar perawat tersebut menerima upah dari Tuhan atas kebaikan hatinya saat menolong kami.

Jangan pernah berpikir bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan dalam kasih akan sia-sia. Senyuman kita, tumpangan mobil atau boncengan, secangkir teh yang kita hidangkan saat menerima tamu, dan masih banyak hal sederhana lain yang kita lakukan, dapat menggerakkan hati Tuhan untuk memberi upah bagi kita. Maukah kita terus melakukannya? --GHJ/www.renunganharian.net


BANTUAN KECIL AKAN MENJADI SANGAT BERHARGA BAGI ORANG YANG MEMBUTUHKAN.


Navigation

Change Language

Social Media