ANAK PANAH DI TANGAN PAHLAWAN

Baca: Mazmur 127:3-5


Bacaan tahunan: Yohanes 9-10

Saya senang melihat orangtua yang terlibat aktif mendampingi dan mendukung anak, demi kebaikannya pada masa mendatang. Seperti yang saya lihat dalam kehidupan Inoe, ibu muda dengan anak yang mulai remaja. Sejak anaknya masih kecil, Inoe dan suaminya dengan jeli melihat bakat si anak dalam bermain bulu tangkis. Mereka pun memutuskan untuk mendukung penuh, sambil berharap kelak anaknya dapat menjadi pebulutangkis nasional yang membanggakan negara di kancah internasional.

Pemazmur mengibaratkan hadirnya anak-anak pada masa muda, seperti anak panah di tangan pahlawan. Frasa "pada masa muda" merujuk pada pasangan suami istri yang masih muda secara usia, atau kini dikenal sebagai keluarga muda. Keluarga muda biasanya memiliki idealisme yang kuat, wawasan yang luas, dan tenaga yang dianggap cukup untuk merancangkan masa depan dari anak yang Tuhan percayakan dalam kehidupan mereka. Ditambah dengan kejelian mengamati perkembangan anak dan visi yang kuat, dapat "melesatkan" anak-anak mereka ke sasaran yang tepat. Mereka akan menjadi anak-anak yang cakap, produktif, memiliki visi yang kuat, bahkan hidupnya akan menjadi berkat dan memuliakan Allah, dalam penyertaan dan kasih karunia Allah.

Allah tak sedang iseng ketika "menitipkan" seorang anak kepada sebuah keluarga. Ia menghendaki agar si anak dapat menerima perlakuan yang tepat, sehingga pada waktunya, ia dapat "dilesatkan" untuk memenuhi rencana dan tujuan Allah atas kehidupannya. Bagaimana dengan anak yang Tuhan percayakan kepada kita? --GHJ/www.renunganharian.net


KESUKSESAN SEORANG ANAK DITENTUKAN OLEH KESIAPAN ORANGTUA DALAM MEMPERLAKUKAN ANAK TERSEBUT.


Navigation

Change Language

Social Media