AMPUNI

Baca: Lukas 23:33-43


Bacaan tahunan: Matius 13-14

Stiker itu bertulisan besar: Jesus, save Me from Your followers (Yesus, selamatkan aku dari para pengikut-Mu). Membacanya, saya teringat perkataan seorang kawan, mantan hamba Tuhan, yang sekarang sukses sebagai penulis. "Aku tidak ada masalah dengan Tuhan, tapi komunitas orang Kristen bikin aku gerah." Ia pun memutuskan keluar dari gereja.

Kasus dikecewakan oleh komunitas keagamaan memang bukan hal baru. Yesus sendiri mengalaminya. Dia dikhianati oleh orang yang mengaku pengikut-Nya. Dia ditentang oleh orang yang menganggap diri mereka orang saleh. Dia disalibkan oleh sekelompok orang yang merasa beragama. Kesemuanya itu memang bisa membuat kita merasa jengah dengan agama dan aktivitas kerohanian. Namun, respons Yesus atas semuanya itu sungguh menarik. Dia berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Sebagai manusia, sangat wajar apabila Yesus merasa kesal, jengah, marah dengan perlakuan yang diterima-Nya dari orang-orang beragama. Namun, Dia tidak membiarkan perasaan-Nya mengambil alih. Dia memilih tindakan yang tepat.

Saya yakin di antara kita pun ada yang mengalami kasus serupa, dikecewakan oleh sesama orang Kristen. Kita punya pilihan. Apakah kita akan membiarkan luka itu terus berkembang dan akhirnya menguasai hidup kita? Atau, kita memilih bertindak seperti Yesus, dengan melepaskan pengampunan? Memang tidak mudah, tapi semuanya diawali dengan sebuah keputusan. Satu keputusan bisa mengubah segalanya. --DP/www.renunganharian.net


PILIHANNYA ADALAH MEMENDAM RASA SAKIT HATI ATAU MENGAMPUNI.


Navigation

Change Language

Social Media