SUDAH LUNAS

Baca: 1 Korintus 6:12-20


Bacaan tahunan: Bilangan 34-36

Tidak semua orang mampu membeli rumah secara tunai. Kita mungkin membeli rumah dengan cicilan. Kita mungkin harus menabung dulu untuk uang mukanya. Ketika uang muka cukup, barulah kita bisa menemui agen penjual rumah dan membeli rumah impian kita. Lalu ada berbagai syarat dalam dokumen yang harus kita pahami dan setelahnya kita tanda tangani untuk menjadi penanda kesetujuan kita. Di satu sisi kita bahagia, tetapi di sisi lain kita tegang karena sekalipun kita bisa memasuki rumah itu, kita belum sepenuhnya memilikinya. Pembayarannya belum lunas. Kita masih berhutang, dan harus membayarnya selama bertahun-tahun!

Ketika manusia jatuh dalam dosa, ia menjadi hamba dosa. Dan warisan sebagai hamba dosa adalah kematian kekal. Tak seorang pun bisa melunasi bahkan membayar 'uang muka' untuk bebas dari hukuman itu. Bersyukur, karena Allah tidak pernah menghendaki seorang pun binasa. Dia telah membayar lunas hidup kita dengan jalan memberikan Anak-Nya yang tunggal, mati di kayu salib.

Ketika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, kita menerima pemberian, yaitu Roh Kudus. Roh Kudus mewakili 'uang muka' Allah pada kita, dengan jaminan bahwa Ia sudah melunasi kepemilikan atas hidup kita. Kematian Kristus di kayu salib menjadi bukti bahwa Allah telah sepenuhnya menjadi pemilik sah atas hidup kita, ini tidak lagi terbantahkan. Allah telah 'membayar lunas' hidup kita. Kita sepenuhnya menjadi milik-Nya. --SYS/Renungan Harian


TIDAK ADA LAGI HUTANG! HIDUP KITA SUDAH SEPENUHNYA DIMILIKI ALLAH. KITA ADALAH AHLI WARIS KERAJAAN-NYA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media