TERAPI KEJUT

Baca: Ester 4:6-17


Bacaan tahunan: Lukas 6-7

Sikap penakut dan serba bergantung yang terus bercokol sungguh tidak sehat. Pada anak-anak masih wajar. Namun, pada orang dewasa jelas tidak. Seorang dewasa yang masih dikuasai oleh sikap tersebut perlu diberi tantangan agar berubah, yaitu menjadi berani dan mandiri. Jika bukan karena tantangan yang menggugah, seseorang tidak bakal berubah. Orang seperti itu memerlukan semacam terapi kejut.

Penakut dan bergantung. Begitulah sosok Ester sebelum kejadian di pasal 4 ini. Takut salah. Takut gagal. Bergantung pada perasaan. Bergantung pada dukungan keadaan. Padahal, kalau banyak bergantung, akhirnya orang tidak melakukan sesuatu apa pun. Orang seperti ini tidak bergerak ke mana-mana dan tidak memberikan pengaruh apa-apa. Pilihannya hanya "berdiam diri saja" (ay. 14). Ibarat ulat yang hanya berkutat menggeliat di dalam rumah kepompongnya. Syukurlah, oleh perkataan Mordekhai yang tajam menantang dan menggugah, Ester kemudian berubah (ay. 16). Bangsa Yahudi pun terluput dari pembantaian.

Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita menjadi alamat bagi sikap atau kata-kata yang keras dan tajam serba menusuk. Bisa datang dari siapa saja. Meski mengejutkan, bahkan menyakitkan, tetapi sebenarnya kita memerlukannya. Siapa tahu, mungkin kita sedang terlelap dalam kemalasan, ketakutan, kepasifan, atau ketidakpedulian. Jadi, harus ada "teriakan" yang membangunkan kita. Suatu kejutan, tetapi membawa kebaikan dan perbaikan. --PAD/www.renunganharian.net


TUHAN TIDAK SEGAN MEMBERIKAN TEGURAN YANG KERAS JIKA HAL ITU DAPAT MENGUBAHKAN KITA.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media