PERBUATAN YANG MENYELAMATKAN

Baca: Yakobus 2:14-26


Bacaan tahunan: Keluaran 20-22

Saya pernah ditanya oleh seseorang, "Mengapa harus hidup sungguh-sungguh bagi Tuhan sejak masa muda? Bukankah kita diselamatkan oleh iman dan bukan oleh perbuatan?" Orang ini memperlihatkan pengertian yang kurang tepat tentang iman. Pokoknya, asalkan beriman, kita pasti selamat. Pandangan semacam ini dapat menjurus pada kehidupan yang sembarangan. Yakobus berpendapat berbeda.

Yakobus jelas tidak menentang keselamatan melalui iman (Yak. 1:18; bdk. Flp. 2:12). Kritik Yakobus dialamatkan kepada mereka yang menganggap iman itu berdiri sendiri, tanpa berdampak pada perbuatan orang percaya. Iman yang demikian tidak berguna sebab tidak dapat menolong orang lain (ay. 15-17). Iman seperti itu tidak berbeda dengan sikap Iblis, yang percaya bahwa Allah itu ada, namun mereka toh melawan Dia (ay. 19). Sebaliknya, para tokoh iman dalam Perjanjian Lama menunjukkan iman mereka melalui perbuatan (ay. 21-26). Iman yang tidak berdampak pada perbuatan bukanlah iman yang sejati. Itu hanyalah suatu pengakuan yang kosong dan tidak berguna. Sebaliknya, iman yang otentik tentu akan memancar melalui perbuatan.

Tantangan Yakobus tersebut tetap relevan bagi umat percaya saat ini: iman yang berguna! Iman bahwa Allah ada dan menyertai kehidupan kita mestinya terlihat dalam kehidupan yang memberkati sesama. Iman itu menggerakkan kita untuk mewujudkan kasih Allah bagi mereka yang memerlukan pertolongan. Bagaimana kita akan mewujudkan iman kita pada hari ini? --VIN/Renungan Harian


PERBUATAN TANPA IMAN ADALAH FANA; IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI; IMAN DENGAN PERBUATAN ADALAH KEKAL.  


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media