BUKTIKAN JANJIMU

Baca: Efesus 5:22-33


Bacaan tahunan: Ratapan 3-5

Anton menderita tumor otak dan kondisi fisiknya menurun sehingga ia sulit untuk bergerak dan harus dibantu dalam beraktivitas. Istrinya berkata, "Di sinilah dan saat inilah janji nikah kami harus dibuktikan. Bukan hanya dengan perkataan yang diucapkan pada saat pemberkatan nikah di gereja, tapi harus dilakukan." Dalam pemberkatan nikah, pasangan hidup mengikrarkan janji untuk saling mengasihi di kala sehat dan sakit, senang dan susah.

Rasul Paulus mengajarkan bahwa kasih Kristus adalah dasar hidup suami-istri. Istri harus tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan (ay. 22) dan harus menghormati suami (ay. 33); suami harus mengasihi istri sama seperti tubuhnya sendiri (ay. 28). Mengasihi dan tunduk di saat sehat dan senang, tentu jauh lebih mudah. Kasih suami-istri mengalami ujian saat pasangan mengalami kondisi yang tidak baik-sakit, tidak ada pekerjaan, dsb. Suami-istri membutuhkan kasih Kristus agar tetap mengasihi di masa sulit. Saat pasangan kita mengalami kondisi yang tidak baik, Tuhan menghendaki kita tetap merawat dan mengasihinya. Di situlah dibutuhkan pengurbanan, kerelaan, dan kasih.

Bila saat ini pasangan kita dalam keadaan sehat dan baik, bersyukurlah dan kasihilah. Bila saat ini Tuhan mengizinkan pasangan kita dalam keadaan sakit dan tidak baik, mintalah kekuatan dan kasih Kristus agar kita mampu mengasihi dan merawatnya sesuai dengan janji nikah yang pernah kita ikrarkan bersama. --Lim Ivenina Natasya/Renungan Harian


KASIH KRISTUS MEMUNGKINKAN JANJI PERNIKAHAN MENJADI KENYATAAN.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media