PAPA MINTA SAHAM

Baca: Keluaran 23:1-13


Bacaan tahunan: 2 Timotius 1-4

Beberapa waktu lalu istilah "papa minta saham" menjadi topik pembicaraan hangat di media sosial. Banyak orang geram dan memaksa si pelaku untuk turun dari kedudukannya. Sebagai pejabat ternama dan sekaligus kaya raya, tindakannya sungguh tidak terpuji dan berpotensi merugikan banyak orang. Kasus ini hanya puncak gunung es dari budaya suap-menyuap di masyarakat.

Tuhan memperingatkan umat-Nya agar tidak tergoda untuk melakukan penyuapan. Suap membutakan mata hati kita. Suap memutarbalikkan kebenaran. Suap adalah tindakan yang hanya mementingkan diri sendiri. Suap membuat kita menikmati kesenangan di atas kesengsaraan orang lain.

Israel baru dibebaskan dari Mesir, lambang perbudakan yang memunahkan kehidupan, dan Tuhan ingin membangun Israel menjadi bangsa yang kuat. Bangsa yang kuat dibangun di atas dasar kebenaran dan keadilan. Suap-menyuap merusak tatanan hidup ini dan melanggengkan ketidakberdayaan. Budaya suap memenangkan mereka yang memiliki uang, bukan mereka yang benar dan yang taat asas. Budaya suap menghancurkan tata nilai suatu negara dan kebersamaan hidup.

Kiranya kebenaran Allah menerangi hati setiap umat-Nya, agar kita berani menolak melakukan atau menerima suap walaupun dengan alasan yang dianggap wajar. Saat kita mengalami kekurangan sekalipun, kiranya kita tidak tergoda untuk menerima suap. Jangan biarkan keinginan hati yang tak terkendali menjebak kita. Ketika kita melakukan atau menerima suap, saat itulah kita kehilangan harga diri. --YS/Renungan Harian


TUHAN PUNYA CARA TERSENDIRI UNTUK MEMBERKATI ANDA TANPA ANDA HARUS TERLIBAT DALAM SUAP-MENYUAP.


Comments powered by Disqus

Navigation

Change Language

Social Media